SPORTS  

Simone Inzaghi Buka Suara, Klaim Dimarco dan Zieliński Warisannya untuk Inter

Inzaghi Buka Suara soal Cabut dari Inter
Simone Inzaghi. Foto from X Nicolo Schira

SPORTS, ruber.id – Simone Inzaghi akhirnya buka suara terkait keputusannya meninggalkan kursi pelatih Inter Milan, di akhir musim 2024/2025.

Saat itu, Inzaghi pergi usai Inter kalah dari PSG di final Liga Champions dan meninggalkan kesan buruk bagi keluarga besar klub. Termasuk, Interisti (Sebutan untuk fans Inter).

Simone Inzaghi cabut dari Inter dua hari setelah gagal di Final UCL

Dikutip dari akun X jurnalis Italia, Nicolo Schira, pelatih asal Italia itu mengungkapkan, keputusan tersebut diambil hanya dua hari setelah final Liga Champions (UCL) di Munich.

“Usai pertemuan dengan Presiden klub, Giuseppe Marotta, saya memutuskan untuk memulai tantangan baru dengan menerima pinangan dari Al Hilal,” ucap, Kamis (30/4/2026).

Baca juga:  Dortmund Tolak Tawaran Aston Villa, Donyell Malen Ngebet Main di Inggris

Inzaghi mengaku, selama empat musim membesut Inter, ia telah memberikan segalanya untuk Nerazzurri.

Ia juga, menyinggung peran pentingnya dalam mempertahankan Federico Dimarco di skuat Inter.

Menurutnya, tanpa intervensinya, sang pemain kemungkinan besar akan kembali dipinjamkan.

Selain itu, Inzaghi menegaskan bahwa perekrutan Piotr Zieliński juga merupakan keinginannya secara pribadi.

Berbicara kepada La Gazzetta dello Sport, Inzaghi mengaku tidak menyesali perjalanan kariernya bersama Inter.

Bahkan, ia menyebut akan mengulang semuanya dari awal hingga akhir.

“Musim lalu, saya memiliki mimpi meraih treble,” ujarnya.

Pergi dari Inter, Inzaghi klaim gabung Al Hilal bukan karena faktor finansial

Inzaghi juga mengklaim, keputusan menerima tawaran dari klub Arab Saudi, Al Hilal bukan semata karena faktor finansial.

Baca juga:  Kontrak di Al Ittihad Habis 2026, Benzema Buka Peluang Balik ke Real Madrid

Ia menegaskan, keputusannya tersebut didsarkan karena keinginan untuk mencari pengalaman baru dalam kariernya.

“Uang bukan segalanya. Saya bahagia di Riyadh dan belum tahu kapan akan kembali. Saya juga tidak merindukan Italia,” akunya.

Selain itu, Simone Inzaghi menanggapi isu terkait kepemimpinannya di Inter.

Ia menepis anggapan bahwa, timnya diuntungkan oleh keputusan wasit.

Justru sebaliknya, ia merasa Inter kerap dirugikan.

Ia juga memberikan pujian kepada Cristian Chivu, yang dinilainya sebagai pilihan tepat dalam perjalanan klub.

Menariknya, Inzaghi menilai kemenangan Inter atas Bayern Munchen dan Barcelona memiliki makna lebih besar dibandingkan trofi yang diraih.

Bahkan, Inzaghi mengakui jika berhasil menjuarai Liga Champions pada Juni 2025 lalu, kemungkinan besar ia akan tetap bertahan di Inter.

Baca juga:  Marash Kumbulla Buru-buru Cabut dari Roma, Mau ke Mana?

Diketahui, selama empat musim di Inter, Simone Inzaghi menyumbangkan tujuh trofi untuk Inter, termasuk satu gelar Scudetto Serie A.

Dalam empat musim tersebut, Inzaghi juga membawa Inter Milan dua kali menembus final Liga Champions. ***