Sabtu, 15 Agu 2020

Sering Tiba-tiba Keluar Keringat Dingin? Mungkin Anda Mengalami Gangguan Ini

Baca Juga

Menurut Ahli Bahasa, Ocehan Ridwan Saidi soal Galuh Bisa Dipidanakan

CIAMIS, ruber.id - Ocehan tokoh Betawi Ridwan Saidi seputar Galuh yang viral dan mengusik warga Ciamis, Jawa Barat bisa dipidanakan.

Terpeleset saat Mancing, Warga Malangbong Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk

SUMEDANG, ruber.id - Atang, 40, warga Kampung Cibitung RT 01/05, Desa Cilampuyang, Malangbong, Garut hilang tenggelam di Sungai Cimanuk.

Rumah Panggungnya Nyaris Roboh, Jompo di Garut Ini Layak Dibantu

GARUT, ruber.id - Memprihatinkan, inilah cermin kehidupan Mak Rohayati, janda tua yang tinggal di rumah panggung yang nyaris roboh.

ruber.id – Umumnya, setiap orang yang sedang sakit bisa mengalami keringat dingin. Padahal, udara di sekitar tidak panas.

Pada dasarnya, menurut informasi yang berhasil ruber.id himpun, stres sangat berpengaruh terhadap keluarnya keringat dingin pada seseorang. Bisa stres fisik atau psikologis dan bisa saja keduanya.

Namun, keringat dingin juga berhubungan erat dengan penyakit yang Anda miliki.

Salah satu penyebab keluarnya keringat dingin adalah syok. Ini terjadi ketika tubuh harus bereaksi terhadap suatu kondisi yang ekstrim atau terjadinya cedera parah.

Pada saat tubuh Anda mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah pada normalnya. Sehingga menimbulkan gejala keringat dingin.

Jangan menganggap remeh gangguan ini karena dapat berdampak fatal jika tidak segera diobati.

Keringat dingin juga bisa menandakan Anda mengalami infeksi dan sepsis. Penyebabnya adalah bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh.

Infeksi menyebabkan jaringan tubuh meradang ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi.

Anda juga dapat mengalami keringat dingin ketika terserang sepsis. Ini bisa terjadi ketika sistem kekebalan merespons infeksi pada perut, paru-paru, sistem kemih, atau jaringan tubuh penting lainnya.

Berhati-hatilah karena sepsis dapat menyebabkan darah menggumpal, sehingga membuat darah dan oksigen sulit masuk dan menyebabkan keringat dingin.

BACA JUGA: Mandi Bikin Segar, Tapi Ada Aturannya Lho Agar Tak Mengganggu Kesehatan Seperti Berikut Ini

Mual atau vertigo juga bisa menimbulkan keringat dingin bahkan akan berujung pada muntah, walaupun tidak selalu pasti.

Ketika terserang vertigo, Anda akan merasakan pusing dan itu dapat menyebabkan keluarnya keringat dingin.

Anda yang memiliki riwayat hipotensi juga berpotensi mengalami gangguan keringat dingin.

Tekanan darah masih bisa dikatakan normal mengalami penurunan ketika Anda tidur atau melakukan sedikit aktivitas.

Akan tetapi, hipotensi dapat berkembang menjadi gangguan serius, sehingga otak atau organ penting lainnya tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Anda yang terserang hipoglikemia juga rentan mengeluarkan keringat dingin.

Gangguan hipoglikemia terjadi ketika gula darah pada tubuh turun di bawah normal.

Inilah yang menyebabkan tubuh kekurangan gula darah, yang berakibat juga pasokan oksigen yang masuk menurun.

Anda tak perlu khawatir jika mengalami gangguan ini. Disarankan Anda memperbanyak mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi. (R004/Tasya)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kasus Positif Covid-19 di Sumedang Terus Melonjak, Total Akumulasi 67 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus melonjak. Sabtu (15/8/2020), ada tambahan 12 orang.

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.