Sepi Peminat, dari 970 Kuota P3K untuk Sumedang, Hanya 711 yang Daftar

Img
SEKDA Sumedang Herman Suryatman saat jumpa pers, Senin (18/2/2019). bay/ruang berita
SEKDA Sumedang Herman Suryatman saat jumpa pers, Senin (18/2/2019). bay/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Rekrutment Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sepi peminat.

BACA JUGA: Honorer K2 Pangandaran Tidak Semuanya Bisa Ikut P3K, Ini Alasannya

Dari 970 kuota/formasi yang diberikan pemerintah pusat khusus untuk tenaga honorer kategori 2, hanya 711 saja yang daftar untuk mengikuti seleksi.

Sekda Sumedang Herman Suryatman mengatakan, pengadaan tersebut seiring dengan diterbitkannya Permenpan Nomor 2/2018 pada tanggal 11 Februari 2019.

“Itu untuk mengisi formasi guru, dosen, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Selain formasi itu tidak ada,” ujarnya kepada sejumlah media, Senin (18/2/2019).

Herman menyebutkan, secara umum, rencana pengadaan P3K tersebut dibagi ke dalam beberapa tahapan.

Baca juga:  Dimakamkan Protokol COVID-19, PNS di Sumedang Ternyata Negatif Corona Hasil Swab Test

Di antaranya, perencanaan, pengumuman (8 Februari 2019), pelamaran (10-17  Februari 2019), pengumuman tahap seleksi (19 Februari 2019).

Lalu, seleksi administrasi, seleksi kompetensi melalui digital Computer Assistant Test (CAT) pada 23-24 Februari 2019, dan pengumuman hasil seleksi dan pengangkatan P3K.

“Jadi ini tidak untuk umum, formasinya yang dibutuhkan sekitar 970 yang ditentukan oleh Kemenpan. Itupun sudah ditetapkan oleh Panselnas,” terangnya.

Selain itu, lanjut Herman, pelaksanaan seleksi P3K tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap K2.

Pasalnya, tidak semua kabupaten/kota yang melaksanakan seleksi tersebut.

“Tapi, dari 970 orang, yang sudah daftar 711 orang. Oleh karena itu, kami lakukan verifikasi kepada 711 orang tersebut. Besok akan kami umumkan, karena mereka sudah masuk dalam data base di BKN,” bebernya.

Baca juga:  Mau Masuk Akmil TNI? Yuk Datang ke Kodim Sumedang, Gratis

Herman mengimbau agar tidak mempercayai oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan meminta uang untuk meloloskan peserta seleksi.

“Jangan percaya sama oknum yang menjanjikan lolos P3K. Apalagi diminta uang segala. Kami pastikan itu hoaks,” tuturnya. bay

loading…