21.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Sekeluarga yang Tinggal di Makam Terima Bantuan dari Ibu-ibu Bhayangkari Polres Sumedang

SUMEDANG, ruber – Seketika Omo Sudaraya dan istrinya, Titing Sutinah merasa terharu saat sejumlah ibu-ibu Bhayangkari Polres Sumedang berkunjung ke rumah sederhana mereka yang terletak di tengah pemakaman umum (TPU) Cigugur, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.

Omo dan Titing tak kuasa menahan haru karena kedatangan dari ibu-ibu Bhayangkari tersebut tak lain untuk memberikan sejumlah bantuan. Keduanya selama ini tinggal di dalam gubuk berukuran sekitar 4×6 meter bersama anak keduanya Kusnaedi (36) dan tiga orang cucu dari anak ketiganya, yakni Muhammad Romzy (14), Nurliani (10), dan Muhabah (8).

Selain merupakan keluarga tidak mampu, kondisi tidak lazim pun ada pada keluarga tersebut. Cucu laki-lakinya Romzy, yang kini duduk di kelas 2 Mts Khoirul Usroh, terpaksa ikut banting tulang dengan menjadi pemulung selepas pulang sekolah.

BACA JUGA:  BPJS Ketenagakerjaan Mengajar di Pondok Pesantren Al Ihya Karapyak Sumedang

Hal itu dilakukan oleh Romzy sejak 2017 lalu, dengan alasan untuk membantu meringankan beban hidup kakek dan neneknya dikarenakan kondisi ekonomi yang sulit dan terus membelenggu kehidupan keluarganya.

BACA JUGA:  BPJS Ketenagakerjaan Mengajar di Pondok Pesantren Al Ihya Karapyak Sumedang

Untuk meringankan beban mereka, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polres Sumedang, Lala Hartoyo bersama anggotanya mendatangi kediaman Omo untuk memberikan bantuan.

“Iya, ini juga dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke 39. Kami kesini memberikan bantuan berupa sejumlah keperluan sehari seperti kasur, TV dan Sepeda,” ujarnya kepada ruber, Kamis (31/1/2019).

Lala berharap, pemberian bantuan dapat meringankan beban keluarga Omo. Bahkan, ke depannya kondisi keluarga Omo akan terus dipantau dan diperhatikan, khususnya oleh Polsek Sumedang Selatan yang berada di wilayahnya.

“Dan juga, saya mengimbau kepada masyarakat, bilamana ada warganya yang tidak mampu dan layak untuk diberikan bantuan, agar jangan sungkan untuk melaporkan kepada kami. Sehingga kami juga bisa menyalurkan bantuan untuk mereka,” terangnya.

BACA JUGA:  Kebakaran Rumah di Darmaraja, Damkar Sumedang Selamatkan Rp350 Juta

Di tempat yang sama, Lurah Kota Kulon Deni Nurdani Supandi berjanji akan ikut memberikan bantuan kepada keluarga Omo. Khususnya dalam hal kelayakan tempat tinggal.

“Kami juga merasa prihatin, tapi alhamdulillah kemarin sudah ada instruksi dari sekda dan kabag sosial untuk masalah ini,” kata Deni.

BACA JUGA:  Kebakaran Rumah di Darmaraja, Damkar Sumedang Selamatkan Rp350 Juta

Tak hanya itu, pihak kelurahan juga akan memperhatikan jaminan pendidikan dan kesehatan bagi Romzy dan adik-adiknya yang kini masih duduk di bangku sekolah.

“Usulannya sudah masuk ke sekda, tinggal nunggu arahan lebih lanjut. Karena memang untuk Jaminan kesehatan, keluarga ini masih belum terdaftar. Bahkan untuk Romzy dan adik-adiknya juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) mereka belum ada, kami akan upayakan itu,” bebernya.

BACA JUGA:  Potensi Konflik Sosial di Sumedang: Tol Cisumdawu hingga Gudang Obat Keras

Mendengar kabar tersebut, Omo dan istrinya tak kuasa menahan haru karena mensapatkan perhatian dari pemerintah. Dia berharap, bantuan tersebut dapat terealisasi sehingga bisa dinikmati oleh keluarganya, terutama cucu-cucunya.

“Mudah-mudahan bisa jadi kenyataan punya tempat tinggal yang layak. Karena kasihan cucu-cucu saya harus jadi ikut hidup serba susah,” sebut Omo.

Tak hanya itu, Omo juga berharap, rumahnya dapat segera memiliki fasilitas MCK. Sehingga dirinya yang sudah dalam usia senja tidak kesulitan untuk sekedar buang air kecil.

“Kalau mandi dan buang air besar kami sekarang harus jalan sekitar 200 meter. Kasian kalau anak-anak mau berangkat sekolah jam 5 subuh itu mereka jalan kaki kesana,” tuturnya dikunjungi Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Sumedang. Bay

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles