27.4 C
Indonesia
Sabtu, Juli 31, 2021
spot_img

7 Pasien di RSUD Pandega Meninggal Dunia Akibat Covid-19

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, sebanyak 7 pasien di RSUD Pandega meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Satu di antaranya bayi laki-laki usia 4 bulan yang tertular dari orang tuanya.

“Tadi pagi saya nerima laporan ada bayi meninggal dunia akibat Corona, warga Kecamatan Pangandaran. Ini menyedihkan sekali. Hari ini di RSUD Pandega totalnya 7 orang yang meninggal,” kata Jeje, Rabu (14/7/2021).

Jeje menuturkan, situasi lonjakan pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan yang luar biasa bagi dirinya. Diakuinya, situasi paling tidak enak dalam hidupnya adalah sekarang ini. Kerap tidak bisa tidur karena dirinya seorang pemimpin.

BACA JUGA:  Budaya Membaca Masih Rendah, Ini yang Bakal Dilakukan Pemerintah Pangandaran

“Kami juga baru saja melakukan rapat membahas anggaran terkait upaya refocusing. Penanganan Covid-19 butuh anggaran, mulai dari kebutuhan oksigen, pemakaman dan lainnya,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pangandaran Run 2019, Ajak Warga Kurangi Penggunaan Plastik

Refocusing anggaran ini, kata Jeje, menyasar anggaran pembangunan yang belum terlanjur dilaksanakan. Wakil bupati juga bilang, lebih baik jalan rusak dari pada masyarakat banyak yang meninggal akibat Covid-19.

“Saya sepakat, menangani pandemi ini jangan tanggung, harus komprehensif. Kami berharap masyarakat ikut proaktif mendukung upaya pencegahan dan penanganan Corona yang dilakukan pemerintah, terutama aturan PPKM Darurat,” ujarnya.

Jika sampai terus berlarut, semua bakal terdampak. Masyarakat jelas terganggu dan sengsara, pemerintah juga kehabisan anggaran. Karena sebagian besar dihabiskan untuk mengurus Covid-19.

BACA JUGA:  Pangandaran Run 2019, Ajak Warga Kurangi Penggunaan Plastik

Jeje menyebutkan, saat ini dirinya tengah fokus terhadap penanganan Covid-19 di 17 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran. 17 desa tersebut merupakan wilayah dengan paparan virus Corona tinggi.

BACA JUGA:  Korban Perilaku Menyimpang di Pangandaran Enggan Lapor, Ini Alasannya

“Kalau di 17 desa ini bisa ditekan, kemudian di desa lainnya juga dijaga betul, maka diakhir PPKM Darurat, kasus akan landai. Mari kita sama-sama melawan dan keluar dari situasi pandemi ini,” sebutnya. (R002)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles