Satpol PP Sumedang Amankan Puluhan Pasangan Mesum di Hotel, WNA Cina dan Pelajar di Antaranya

Satpol Pp Sumedang Gerebek Pasangan Mesum
Sejumlah pasangan mesum diamankan Satpol PP Sumedang, WNA Cina dan pelajar di anraranya. agoeng/ruber.id

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Satpol PP, Linmas dan Damkar Sumedang mengamankan 24 pasangan mesum yang kedapatan tengah ngamar atau mesum di hotel, Sabtu (31/8/2019).

Plt Kasatpol PP Sumedang Deni Hanafiah menyebutkan, operasi anti pekat jelang pergantian tahun baru Islam ini sebagai upaya mendukung program Sumedang Simpati.

Yaitu terciptanya masyarakat Sumedang yang dinamis.

“Ada 24 pasangan yang kami duga mesum di hotel. Mereka kami jaring dalam operasi kali ini.”

“Satu pasang di antaranya adalah WNA Cina, dan sepasang lainnya adalah pelajar,” ucapnya, Sabtu malam.

Deni mengatakan, di lokasi pertama yaitu hotel yang berlokasi di Ciherang ada dua pasangan. Yang pihaknya duga tidak memiliki surat nikah dan seorang perempuan tanpa identitas.

Baca juga:  H Umuh Muchtar Sumbang Masker dan APD COVID-19 Bagi Petugas Medis di Sumedang

Kemudian, lanjut Deni, untuk razia di lokasi kedua yaitu di Hotel Kencana, pihaknya mendapati enam orang baru masuk.

“Kami membawa mereka karena dugaan akan melakukan hal negatif,” sebutnya.

Kemudian, kata dia, di lokasi ketiga di Hotel Handayani, pihaknya mendapati pasangan WNA asal Cina.

Selanjutnya, dua pasangan belum menikah di bawah umur dan dua orang pemuda di bawah umur yang mencurigakan.

Di lokasi keempat, di Hotel Hanjuang Hegar, pihaknya mendapati dua orang pasangan yang pihaknya duga tidak memiliki surat nikah.

Razia terakhir yaitu di Hotel Sutra dan Hotel Dasa Putra, di mana di salah satu hotel ada satu pasangan.

“Mereka yang terjaring razia ini akan kami lakukan pembinaan.”

Baca juga:  Cegah Penyebaran Corona, Ini Permintaan TNI/Polri kepada Pengelola Toko di Sumedang

“Atau semacam konseling, agar mereka tidak mengulangi perbuatan yang sama.”

“Mereka juga harus menandatangani surat pernyataan,” tambahnya.

Untuk WNA Cina, kata Deni, setelah interogasi, pihaknya akan membuat surat pernyataan yang harus mereka tandatangani. Mereka juga akan mendapatkan pengarahan.

“Karena untuk WNA ini, razia seperti ini mungkin jarang terjadi.”

“Sementara untuk pelajar yang kami amankan, mereka dalam pengaruh minuman keras.”

“Kami juga akan lakukan pembinaan serta menghadirkan orang tua mereka agar mereka kapok,” katanya.

Sementara itu, operasi anti pekat ini berlangsung selama kurang lebih 4 jam. (Arsip ruber.id)