Madu Murni Asal Pangandaran Jadi Bahan Baku Permen

  • Bagikan
madu murni
PEMBUDIDAYA madu murni asal Pangandaran Herdis Sirsa. Hasil budidayanya jadi bahan baku permen yang diproduksi di Kota Depok. doc pribadi/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Madu murni yang dibudidayakan Herdis Sirda, 32, warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat jadi bahan baku permen yang diproduksi di Kota Depok.

Warga Dusun Cilubang, Desa Cibanten, Kecamatan Cijulang ini berhasil memasarkan hasil budidayanya bahkan menjadi distributor bahan baku gula-gula (peremen) madu.

Herdis mengaku, dirinya menekuni budidaya madu lebah dari tahun 2019 dengan menyiapkan 1.500 kotak atau stup. Rentang waktu 2 bulan dia bisa memanen dengan hasil rata-rata 2 hingga 3 Kg madu murni.

“Saya jual eceran sama kiloan. Kalau dijual eceran, harga madu murni ini Rp150.000/botol ukuran 300 ml. Beda dengan dijual kiloan, harganya di pasaran Rp250.000/kg,” kata Herdis, Rabu (10/2/2021).

Semula, hasil budidayanya hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal atau konsumsi rumahan. Bahkan awal dia menekuni budidaya madu murni dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Namun, kata Herdis, hal tersebut terjawab oleh kegigihan dan semangat yang dilakukannya. Sukses dalam membudidayakan madu lebah asal alam Pangandaran, bahkan dirinya juga membina beberapa kelompok.

“Untuk menuju sukses dalam budidaya ini saya dulu rela mendatangi acara pelatihan dan workhsop soal budidaya madu lebah yang digelar di beberapa daerah. Setiap ada informasi pasti berangkat,” tuturnya.

Lantaran aktif dan konsentrasi penuh terhadap budidaya madu lebah dengan maksimal, akhirnya Herdis banyak dilirik konsumen dari berbagai daerah.

“Sekarang kami menjadi salah satu distributor bahan baku permen, dengan kebutuhan 20 liter madu murni setiap minggu,” sebutnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Hanjas Prasetya, Pelukis Muda Asal Pangandaran yang Tak Miliki Pelatih

  • Bagikan