Ridwan Kamil Minta DKM Jaga Masjid Musafir di Bogor

Ridwan Kamil Minta DKM Jaga Masjid Musafir di Bogor
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat salat subuh berjemaah di masjid musafir di Kabupaten Bogor. ist/ruber.id

BERITA JABAR, ruber.id – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan kepada pengurus DKM, agar menjaga masjid Jami Hidayatullah Syarief di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Bukan hanya aktivitas dakwah, tapi juga memelihara kebersihan dan kenyamanan.

Masjid ini berada di jalur arteri menuju kawasan wisata Puncak yang kerap disinggahi orang yang sedang dalam perjalanan.

Baik untuk keperluan silaturahmi, wisata, urusan kantor, bisnis. Maupun hal-hal baik lainnya.

Karena itu, Kang Emil (Sapaan Ridwan Kamil) menyebut masjid Jami Hidayatullah Syarief di Bogor ini sebagai masjid musafir.

“Saya mendoakan agar masjidnya semakin makmur, jadi memang ini masjid untuk kaum musafir. Karena letaknya di pinggir jalan raya jalur puncak,” kata Kang Emil.

Baca juga:  Tim SAR Cari Bocah Tenggelam di Sungai Babakan Ciparay Bandung

Demi menyokong agar masjid tetap makmur, Kang Emil meminta kepada Pak Camat dan juga Danramil Megamendung, untuk menjaga kondusivitas wilayah setempat.

“Saya juga titip ke Pak Camat dan Danramil. Kondusivitas di Kecamatan Megamendung ini, harus dibarengi dengan ketenteraman,” sebutnya.

Di hadapan puluhan jemaah yang mengikuti salat subuh, Kang Emil juga menjelaskan apabila ada yang hendak berencana mudik. Pada momen Lebaran, agar menyempurnakan tubuhnya dengan vaksin booster (penguat).

“Saya juga titip bagi yang akan pulang mudik, tapi tetap harus dengan membawa kebaikan. Jadi tolong vaksinnya disempurnakan agar tidak membawa permasalahan,” harap kang Emil.

Salat Idul Fitri Berjemaah Diperbolehkan

Selain mudik dibolehkan, pemerintah pun kini telah memperbolehkan salat Idul Fitri di lapangan/masjid. Hal tersebut mengacu pada SE Menag Nomor 8/2022.

Baca juga:  Uu Ruzhanul Imbau Masyarakat Jabar Tidak Mudik Lebaran

Namun, walau dibolehkan salat di lapangan Kang Emil meminta warganya untuk tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Selamat berbahagia. Sekarang, sudah boleh salat Idul Fitri di lapangan dan masjid. Asalkan maskernya tetap dipakai,” kata Kang Emil.

Editor: R003