Friday, 3 Apr 2020

Rektor IPB Minta KNPI di Seluruh Daerah Cetak Petani Milenial

Baca Juga

Empat Petugas Telkom Gadungan Diringkus Polsek Sumedang Utara

Empat Petugas Telkom Gadungan Diringkus Polsek Sumedang Utara SUMEDANG, ruber.id -- Empat petugas PT Telkom gadungan diringkus jajaran Polsek Sumedang Utara, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019)...

Target Kuipers di Musim Depan, Ingin Bawa Persib Juara

Target Kuipers di Musim Depan, Ingin Bawa Persib Juara PERSIB, ruber.id -- Pemain bertahan asal Belanda Nick Kuipers mengaku belum cukup puas dengan performa di...

Mentan: Inovasi IPB Dorong Kemajuan Pertanian

BOGOR, ruber.id - Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, IPB saat ini menjadi kampus terdepan dalam hal inovasi dan improvisasi bagi kemajuan pertanian.

Kalah 2-1 di Leg Pertama, Pelatih Persib Evaluasi Tim Jelang Laga di Bandung

PERSIB, ruber -- Setelah menelan kekalahan tipis 2-1 saat dijamu Borneo FC di Leg 1 babak 8 besar Piala Indonesia, Pelatih Persib Bandung Miljan...

JAKARTA, ruber.id – Kuantitas petani usia produktif di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Sementara itu, minat generasi muda atau kaum milenial untuk terjun berwirausaha di sektor pertanian dari hulu ke hilir masih minim.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University) Arif Satria menyebutkan, regenerasi petani ini menjadi isu penting yang perlu diperhatikan semua pihak.

Pada Sensus Pertanian 2013, kata Arif, jumlah rumah tangga petani turun 20%.

Dari sebelumnya 79.5 juta, menjadi 63.6 juta, atau turun 15.6 juta rumah tangga.

Bahkan, hal ini diperparah lagi dengan kondisi 61% petani Indonesia telah berusia di atas 45 tahun.

Oleh karena itu, kata Arif Satria, keterlibatan generasi milenial dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam mendukung, mengembangkan, dan memajukan sektor pertanian sangat dibutuhkan.

Dewasa ini, kata Arif, sektor pertanian juga perlu sentuhan dan terobosan generasi milenial.

“Pemuda sebagai generasi milenial, punya kontribusi yang penting. Karena, petani kita tua dan gaptek (Gagap teknologi).”

“Kita melihat di sini, universitas harus bersinergi dengan organisasi kepemudaan menjadi katalisator,” sebut Arif saat Rapat Kordinasi Nasional Pemuda, DPP KNPI di Jakarta, Sabtu (23/2/2020).

Dalam kesempatan ini, rektor IPB yang juga ketua terpilih Forum Rektor Indonesia 2020, berharap, ke depan dapat tumbuh lebih banyak lagi petani muda yang terdidik.

Oleh karena itu, kata Arif, perguruan tinggi juga diharapkan dapat mencetak petani-petani milenial.

Yang berkualitas, yang nantinya akan berkontribusi dalam pembangunan pertanian di tanah air.

Arif mengakui, untuk menarik minat generasi milenial ke pertanian bukan hal yang mudah.

Sebab, kata Arif, selama ini, petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang kurang menguntungkan.

Dengan kata lain, lanjut Arif, penting untuk mengubah gambaran tersebut di mata generasi muda.

“Harus dibuat gambaran bahwa bertani itu keren,” kata Arif.

Minat Generasi Muda Minim
Sementara itu, Ketua DPP KNPI Noerfajriensyah menuturkan, dunia pertanian tanah air menghadapi beragam persoalan.

Salah satunya, minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Oleh karena itu, kata Fajri, menjadi tantangan tersendiri untuk mengajak generasi muda menekuni sektor ini.

DPP KNPI sendiri, kata Fajri, memiliki Agroenterpreunership Program (AP).

Program pendidikan kewirausahaan ini, hasil kerjasama dengan Kementerian Pertanian.

Diharapkan, kata Fajri, program ini dapat melahirkan banyak pelaku socioenterpreunership. Khususnya, di bidang pertanian.

“Untuk itu, saya harapkan, seluruh PK, DPD kabupaten/kota, DPD provinsi KNPI, nantinya dapat mendorong pengembangan agrosociopreneur generasi milenial ini,” ujar Fajri. (R007/Moris)

Baca berita lainnya: Rembug Bareng, Cara HMI Kota Banjar Peringati Hari Sumpah Pemuda

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.