22.4 C
Indonesia
Senin, September 20, 2021
spot_img

Rektor IPB Minta KNPI di Seluruh Daerah Cetak Petani Milenial

JAKARTA, ruber.id – Kuantitas petani usia produktif di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Sementara itu, minat generasi muda atau kaum milenial untuk terjun berwirausaha di sektor pertanian dari hulu ke hilir masih minim.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University) Arif Satria menyebutkan, regenerasi petani ini menjadi isu penting yang perlu diperhatikan semua pihak.

Pada Sensus Pertanian 2013, kata Arif, jumlah rumah tangga petani turun 20%.

Dari sebelumnya 79.5 juta, menjadi 63.6 juta, atau turun 15.6 juta rumah tangga.

Bahkan, hal ini diperparah lagi dengan kondisi 61% petani Indonesia telah berusia di atas 45 tahun.

Oleh karena itu, kata Arif Satria, keterlibatan generasi milenial dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam mendukung, mengembangkan, dan memajukan sektor pertanian sangat dibutuhkan.

BACA JUGA:  Hasil Panen Padi Capai Target, Ini Tips Dinas Pertanian Pangandaran
BACA JUGA:  Masalah Pangan saat New Normal, Ini Strategi Kementan

Dewasa ini, kata Arif, sektor pertanian juga perlu sentuhan dan terobosan generasi milenial.

“Pemuda sebagai generasi milenial, punya kontribusi yang penting. Karena, petani kita tua dan gaptek (Gagap teknologi).”

“Kita melihat di sini, universitas harus bersinergi dengan organisasi kepemudaan menjadi katalisator,” sebut Arif saat Rapat Kordinasi Nasional Pemuda, DPP KNPI di Jakarta, Sabtu (23/2/2020).

Dalam kesempatan ini, rektor IPB yang juga ketua terpilih Forum Rektor Indonesia 2020, berharap, ke depan dapat tumbuh lebih banyak lagi petani muda yang terdidik.

Oleh karena itu, kata Arif, perguruan tinggi juga diharapkan dapat mencetak petani-petani milenial.

Yang berkualitas, yang nantinya akan berkontribusi dalam pembangunan pertanian di tanah air.

BACA JUGA:  Tanam Paprika di Lereng Gunung Merapi, Upaya Pizza Hut Indonesia Tingkatkan Ekonomi Petani Boyolali

Arif mengakui, untuk menarik minat generasi milenial ke pertanian bukan hal yang mudah.

BACA JUGA:  Tanam Paprika di Lereng Gunung Merapi, Upaya Pizza Hut Indonesia Tingkatkan Ekonomi Petani Boyolali

Sebab, kata Arif, selama ini, petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang kurang menguntungkan.

Dengan kata lain, lanjut Arif, penting untuk mengubah gambaran tersebut di mata generasi muda.

“Harus dibuat gambaran bahwa bertani itu keren,” kata Arif.

Minat Generasi Muda Minim
Sementara itu, Ketua DPP KNPI Noerfajriensyah menuturkan, dunia pertanian tanah air menghadapi beragam persoalan.

Salah satunya, minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Oleh karena itu, kata Fajri, menjadi tantangan tersendiri untuk mengajak generasi muda menekuni sektor ini.

DPP KNPI sendiri, kata Fajri, memiliki Agroenterpreunership Program (AP).

BACA JUGA:  Gara-gara Ubi Cilembu dan Mangga Gedong Gincu, Sumedang Jadi Kabupaten Terbaik di Indonesia

Program pendidikan kewirausahaan ini, hasil kerjasama dengan Kementerian Pertanian.

Diharapkan, kata Fajri, program ini dapat melahirkan banyak pelaku socioenterpreunership. Khususnya, di bidang pertanian.

“Untuk itu, saya harapkan, seluruh PK, DPD kabupaten/kota, DPD provinsi KNPI, nantinya dapat mendorong pengembangan agrosociopreneur generasi milenial ini,” ujar Fajri. (R007/Moris)

BACA JUGA:  Lada Banjarnegara Tembus Pasar Ekspor

Baca berita lainnya: Rembug Bareng, Cara HMI Kota Banjar Peringati Hari Sumpah Pemuda

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles