Minggu, 9 Agu 2020

PSBB Garut Berlaku di 14 Kecamatan, Sanksi Menanti Jika Melanggar

Baca Juga

Pilkada 2020, KPU Pangandaran Umumkan Jumlah Dukungan Minimal Calon Perseorangan

Pilkada 2020, KPU Pangandaran Umumkan Jumlah Dukungan Minimal Calon Perseorangan PANGANDARAN, ruber.id -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menetapkan dan mengumumkan jumlah dukungan minimal...

Seram, Foto Penampakan Anak Mirip Kuntilanak di Sumedang Viral di Media Sosial

SUMEDANG, ruber -- Penangkapan seorang anak mirip kuntilanak yang terekam Google maps bikin hebob jagat media sosial. Foto ini viral setelah diposting di media sosial...

Puluhan Pelajar asal Sumedang dan Bandung Tawuran

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Puluhan pelajar terlibat aksi tawuran di proyek jalan Tol Cisumdawu, Sumedang Utara, Sumedang Kamis (26/3/2020).

Karamatwangi Sukses Kelola Dana Desa untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

GARUT, ruber -- Selain pembangunan infrastruktur yang terus dikebut, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut juga fokus terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kepala Desa Karamatwangi.Gunawan Taufik...

GARUT, ruber.id – Mulai Rabu, 6 Mei 2020 nanti, Pemkab Garut menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

PSBB di Garut ini akan berlaku parsial dan diterapkan di 14 kecamatan se Kabupaten Garut.

Meliputi Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Cilawu, Karangpawitan.

Banyuresmi, Wanaraja, Cibatu, Selaawi, Limbangan, dan Kadungora, Cigedug, Cisurupan, dan Cikajang.

Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman mengatakan, awalnya memang ada 12 kecamatan saja yang masuk rencana PSBB.

Namun, kata Helmi, pihaknya menambah dua lagi sehingga menjadi 14 kecamatan

Dua kecamatan itu adalah Limbangan dan Kadungora, karena selama ini dua kecamatan ini menjadi pintu masuk ke Garut.

Meski pun, hingga saat ini, dua kecamatan ini belum ada yang konfirmasi positif.

“Sudah diputuskan PSBB parsial di 14 kecamatan. Keputusan setelah rapat dengan Forkopimda,” ujar Helmi di Pendopo Garut, Senin (4/5/2020).

Selama pelaksanaan PSBB nanti, kata Helmi, yang akan dibatasi mulai dari pembatasan kegiatan keagamaan.

Kegiatan usaha, kegiatan di tempat umum, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan lainnya terkait pertahanan, dan keamanan.

“Sebelumnya hanya PNS saja yang dibatasi bekerjanya. Sekarang seluruh kegiatan usaha dibatasi.”

“Lalu kegiatan ibadah, sosial budaya, pergerakan orang, semua dibatasi,” ucapnya.

Bahkan, petugas gabungan akan dikerahkan setiap hari untuk razia dan siap menindak siapapun yang melanggar.

“Setiap hari razia, kalau ada masyarakat yang melanggar akan ditindak. Sanksinya ada, sesuai aturan,” katanya. (R011/Fey)

BACA JUGA: PDP dan ODP Corona Meninggal Dunia di Garut Bertambah Lagi

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Grup Musik asal Sumedang, Arberic, Aransemen Ulang Single Lagu Hits Nyeri Hate

SUMEDANG, ruber.id - Arberic, grup musik asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengaransemen ulang lagu berjudul Nyeri Hate. Lagu ciptaan...

Inter Milan Terdepan Boyong Tonali

SPORT, ruber.id - Klub sepakbola raksasa Italia, Inter Milan terdepan dalam memboyong gelandang elegan Sandro Tonali. Tonali dikabarkan menjadi...

Update Corona Garut, Sabtu 8 Agustus 2020

GARUT, ruber.id - Selain ada tambahan 9 pasien positif corona pada Jumat (7/8/2020), kasus suspek COVID-19 juga cukup tinggi, Sabtu (8/8/2020).

Update Corona Pangandaran, Sabtu 8 Agustus 2020

PANGANDARAN, ruber.id - Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat catatkan 23 kasus pasien positif corona hingga, Sabtu (8/8/2020). Dibandingkan dengan pekan...

Update Corona Kota Banjar, Sabtu 8 Agustus 2020

KOTA BANJAR, ruber.id - Sabtu (1/8/2020) malam, kasus COVID-19 di Kota Banjar, Jawa Barat tersisa 3 suspek. Pekan sebelumnya,...