Minggu, 9 Agu 2020

Penderes Nira Kelapa di Pangandaran Bakal Dapat Jaminan Keselamatan Kerja

Baca Juga

Komunitas MBRS Bantu Fasilitasi Pengobatan Penderita Hidrosefalus di Ganeas

SUMEDANG, ruber -- Penderita hidrosefalus kembali ditemukan di Kabupaten Sumedang. Kini, penyakit yang diakibatkan adanya penumpukan cairan di dalam rongga ventrikel otak tersebut dialami...

Jelang Pilkades Serentak, Bupati Pangandaran Minta Pjs Bukan dari Kalangan PNS

PANGANDARAN, ruber -- Jelang Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meminta agar penunjukkan Penjabat sementara (Pjs) kepala desa bukan dari kalangan...

Pencari Rongsok Plastik Ini Ditemukan Tewas di Sungai Ciputat Sumedang

SUMEDANG, ruber - Seorang perempuan paruh baya ditemukan tewas di pinggir Sungai Ciputat, Dusun Curug RT 07/03, Desa Hariang, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Jasad korban...

Ini Hasil Kajian Komisi II dan III DPRD Pangandaran soal Raperda Inisiatif 2019

PANGANDARAN, ruber -- Komisi II dan III DPRD Kabupaten Pangandaran telah menyelesaikan kajian naskah akademis empat buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tahun 2019. BACA...

PANGANDARAN, ruber.id – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyebutkan, para penderes nira kelapa merupakan salah satu kelompok yang memberikan kontribusi besar terhadap nama daerah pesisir di Jawa Barat ini.

Selain menghasilkan produksi gula kelapa yang tergolong melimpah, beberapa perusahaan besar ternama di Indonesia pun menggantungkan kebutuhan bahan baku (dasar) dari Kabupaten Pangandaran.

Hasil olahan (gula kelapa) para penderes atau penyadap nira kelapa, kata Jeje, bisa tembus ke berbagai daerah, bahkan menjadi bahan baku di pabrikan besar.

“Gula kelapa atau gula merah di kita ini dikenal memiliki kualitas yang bagus, cocok jadi bahan baku kecap,” kata Jeje usai melakukan kunjungan ke sentra penghasil gula kelapa di Kecamatan Cimerak belum lama ini.

Sewaktu itu, Jeje menerima keluhan para penderes nira kelapa. Ada beberapa yang diharapan oleh mereka, salah satunya mengenai jaminan keselamatan kerja.

Saat itu juga dirinya terpikirkan untuk memberikan asuransi keselamatan kerja bagi para penderes nira kelapa di wilayah Cimerak.

“Nelayan saja bisa mendapatkan asuransi, tentu penderes kelapa pun bisa. Nanti akan dialokasikan di APBD Perubahan 2020,” ujarnya.

Jeje menuturkan, tingkat risiko kecelakaan seorang penderes kelapa itu sangat tinggi hingga berdampak pada cacat fisik.

Gagasan asuransi bagi penyadap nira kelapa, kata Jeje, akan segera dirancang skema program dan regulasinya.

“Kalau kerja mereka terjamin kan hasilnya juga maksimal, ke depan kita bisa meluncurkan produk gula kelapa khas Pangandaran,” tuturnya.

Dirinya memiliki hitungan kasar, jika premi asuransi Rp100.000 dan jumlah perajin kelapa ada 20.000 orang, maka butuh anggaran sekitar Rp2 miliar.

“Bagi salah satu sektor penopang perekonomian di masyarakat, bantuan dengan jumlah sebesar itu wajar,” sebutnya. (R001/smf)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Grup Musik asal Sumedang, Arberic, Aransemen Ulang Single Lagu Hits Nyeri Hate

SUMEDANG, ruber.id - Arberic, grup musik asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengaransemen ulang lagu berjudul Nyeri Hate. Lagu ciptaan...

Inter Milan Terdepan Boyong Tonali

SPORT, ruber.id - Klub sepakbola raksasa Italia, Inter Milan terdepan dalam memboyong gelandang elegan Sandro Tonali. Tonali dikabarkan menjadi...

Update Corona Garut, Sabtu 8 Agustus 2020

GARUT, ruber.id - Selain ada tambahan 9 pasien positif corona pada Jumat (7/8/2020), kasus suspek COVID-19 juga cukup tinggi, Sabtu (8/8/2020).

Update Corona Pangandaran, Sabtu 8 Agustus 2020

PANGANDARAN, ruber.id - Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat catatkan 23 kasus pasien positif corona hingga, Sabtu (8/8/2020). Dibandingkan dengan pekan...

Update Corona Kota Banjar, Sabtu 8 Agustus 2020

KOTA BANJAR, ruber.id - Sabtu (1/8/2020) malam, kasus COVID-19 di Kota Banjar, Jawa Barat tersisa 3 suspek. Pekan sebelumnya,...