23.4 C
Indonesia
Selasa, September 21, 2021
spot_img

Pembangunan Fisik Tol Cisumdawu di Sumedang Terus Dikebut

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Pembangunan fisik Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang terus dikebut. Berbeda dengan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Majalengka, pembangunan fisik tol di wilayah Sumedang hingga saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Termasuk lahan tanah kas desa.

Perwakilan PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Herman Dwi Haryanto selaku General Manjer Abipraya Tol menyebutkan, untuk pembebasan lahan tanah kas desa pada pembangunan proyek Tol Cisumdawu. Ada di Seksi 1, 2 dan 3 relatif tidak ada permasalahan. Sedangkan untuk seksi 4, 5 dan 6 terdapat permasalahan. Terutama terkait dengan lahan tanah pengganti.

“Dari 15 desa yang ada di seksi 4, 5 dan 6, ada 12 desa yang sudah melakukan permohonan tanahnya untuk diganti. Sedangkan tiga desa lainnya belum melakukan permohonan.”

BACA JUGA:  Mantan Penyelenggara Pemilu Jadi Timses Capres, Bawaslu Sumedang: Tidak Ada Masalah

“Kami, masih melakukan tahap administrasi untuk calon tanah penggati. Terkait dengan upaya mempercepat pengerjaan, kami melakukan pemberkasan dan akhirnya, kami melakukan sewa untuk lahan tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pergerakan Tanah di Sumedang Utara, Rumah Warga Retak-retak

Herman menjelaskan, tanah kas desa bisa dipindahkan ke calon tanah pengganti. Dengan menggunakan dana talang, sambil proses berjalan.

“Kami sudah berdiskusi dengan Pemkab Sumedang untuk diberikan izin pembangunan fisik untuk jalan tol. Dengan rekomendasi langsung dari gubernur,” katanya.

Sementara PPK Kegiatan Pengadaan Tanah Tol Cisumdawu Sutriyanto mengatakan, tiga desa di seksi 4, 5 dan 6 yang belum mengusulkan calon pengganti tanah untuk tanah kas desa yakni Desa Legok Kaler, Desa Cibeureuyeuh, dan Desa Paseh Kaler.

Sedangkan 9 desa lainnya, yakni Desa Licin, Cibeureum Kulon, Cibeureum Wetan, Bongkok. Cipamekar, Conggeang Kulon, Conggeang Wetan. Cacaban dan Babakan Asem sedang dalam proses kelengkapan administrasi. Untuk pembayaran tanah pengganti.

BACA JUGA:  Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid-19 di Sumedang Capai 92%

“Seluruhnya belum ada izin bupati dan gubernur. Karena, masih melengkapi administrasi,” jelasnya.

Sutriyanto menambahkan, di seksi 1, 2 dan 3, terdapat 7 lokasi tanah kas desa. Yang seluruhnya, sudah ada penunjukkan lokasi tanah pengganti.

BACA JUGA:  Mantan Penyelenggara Pemilu Jadi Timses Capres, Bawaslu Sumedang: Tidak Ada Masalah

“Tiga lokasi sudah terbit izin bupati dan gubernur. Saat ini, sedang proses SPP ke LMAN. Sedangkan empat lokasi lainnya masih menunggu izin bupati dan gubernur. Seluruh lokasi telah dilaksanakan konstruksi,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jabar. M Taufiq Budi Santoso mengatakan, izin pelepasan tanah kas desa oleh gubernur telah dibuatkan Surat Permohonan ke BPN.

Taufiq menyebutkan, terkait permasalahan tanah pengganti, kemungkinan solusinya yaitu melalui penyewaan dari CKJT. Sehingga, proses pembangunan Tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan ini dapat berjalan dengan cepat.

BACA JUGA:  Di Hadapan Masyarakat Rancakalong, Bupati Sumedang Janjikan Pembangunan Jalan

“Saya berharap, ada pendampingan atau tim khusus ke desa untuk memberikan penjelasan. Supaya mendorong percepatan penyelesaian permasalahan tanah kas desa dan wakaf. Sehingga, pembangunan selesai bulan Desember 2021,” ucapnya.

Taufiq meminta, pertemuan khusus dengan Kabupaten Sumedang terkait tindak lanjut penyelesaian pembebasan lahan.

“Kami agendakan minggu depan diadakan pertemuan khusus. Membahas dengan Kabupaten Sumedang. Karena dua kabupaten lainnya yakni Bandung dan Majalengka sudah selesai,” sebutnya.

BACA JUGA:  Jaya Dwara Percussion, Wakili Sumedang dan Indonesia di Ajang International Ethnic Festival

Penulis/Editor: R003

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles