24.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Pelaku Pariwisata di Pangandaran Ditawari KUR

ruber — Kementerian Pariwisata memberikan sosialisasi dan coaching clinic Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha di Kabupaten Pangandaran.

Dilansir dari laman republika.co.id, sebagai salah satu kawasan yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), Kabupaten Pangandaran mulai dibenahi agar bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata Kemenpar Mugiyanto mengatakan KUR menjadi jalan keluar untuk membantu pemilik usaha pariwisata yang terkendala dengan permodalan.

Dengan suku bunga acuan di 2019 sekitar 7%, kata dia, pelaku usaha dapat memanfaatkan program KUR yang ditawarkan.

“KUR ini kredit dengan bunga yang ringan, suku bunganya pada 2019 hanya 7%, efektif/tahun atau sama dengan suku bunga flat yang setara. Total plafon KUR pada 2019 mencapai Rp 140 triliun,” katanya di laman Republika.co.id.

BACA JUGA:  Objek Wisata di Sumedang Diburu Pengunjung, Bupati Minta Patuhi Prokes
BACA JUGA:  Objek Wisata di Sumedang Diburu Pengunjung, Bupati Minta Patuhi Prokes

Dia menjelaskan, pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pariwisata untuk mendapatkan permodalan melalui KUR khusus pariwisata.

Yang disalurkan melalui bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin menjelaskan, daya tarik wisata Pangandaran adalah wisata baharinya.

Selama ini, banyak wisatawan datang ke Pengandaran karena meminati wisata baharinya yang unik sehingga semakin banyak pelaku usaha di bidang pariwisata yang berkembang.

Namun untuk tetap bisa bertahan di tengah ketatnya kompetisi.

“Perlu ada inovasi dan kreativitas baru sebagai daya tarik wisata,” kata Undang.

Untuk itu, dia menilai, program KUR dari pemerintah harus dimanfaatkan pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan pariwisata di Pangandaran.

BACA JUGA:  Pilkada Pangandaran Butuh Rp28.3 Miliar, Ini Tahapannya

Tidak hanya itu, pelaku industri pariwisata di wilayah tersebut juga harus bisa memanfaatkan kebijakan pemerintah termasuk program KUR.

Dia menilai, potensi KUR di sektor pariwisata terbilang besar.

BACA JUGA:  Korban Hilang di Teluk Pananjung Pangandaran Belum Ditemukan, Dilanjut Esok Hari

Hal itu terutama sejalan dengan program pemerintah dimana tahun ini pemerintah mendorong program 10 destinasi Bali Baru dan 88 KSPN di Indonesia.

Surpervisor Marketing BNI KCP Pangandaran Arief Syubban Rizal, mengatakan, pihaknya semakin optimistis dengan berbagai kebijakan pemerintah khususnya pada sektor pariwisata yang telah ditetapkan sebagai sektor unggulan.

Program KUR sebagai salah satu yang menurut dia layak untuk diapresiasi.

“Sejak diluncurkan pada 1 Maret 2017 hingga hari ini 14 Maret 2019. Penyaluran KUR Pariwisata di Kabupaten Pangandaran terbilang cukup besar,” katanya.

BACA JUGA:  220 Lembar Susu Pilpres 2019 di Pangandaran Rusak

Dia menjabarkan, untuk KUR Pariwisata terdapat 32 debitur atau senilai Rp9.7 miliar.

Di segmen BNI Wirausaha (BWU), kata dia, tercatat kredit Rp 5.1 miliar dari delapan orang debitur.

Sementara untuk segmen komersil, tercatat kredit Rp 59 miliar dari 11 debitur.

“Total perputaran uang BNI di Pangandaran untuk kredit pada sektor pariwisata sekitar Rp 74 miliar dengan total 51 debitur,” katanya. red

BACA JUGA:  Kapal Jaya Abadi Terbalik di Pangandaran, 1 Nelayan Hilang
PELAKU wisata di Pangandaran ditawari kredit usaha rakyat. dok/ruang berita

SUMBER: Repbulika.co.id

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles