PD II Lebih Dahsyat Dibanding Perang Rusia-Ukraina

PD II Lebih Dahsyat Dibanding Perang Rusia-Ukraina
Foto oleh asim alnamat dari Pexels.

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Perang Rusia-Ukraina masih berlangsung. Walau demikian, upaya-upaya damai terus dilakukan.

Banyak pihak terus menyerukan perdamaian lantaran mereka tak ingin konflik tersebut jadi meluas dan makin banyak korban berjatuhan.

Perang Dunia II Lebih Mengerikan

Yang namanya perang memang tidak boleh dianggap remeh, tapi kalau dibandingkan dengan Perang Dunia II (PD II), perang Rusia-Ukraina belum ada apa-apanya.

PD II, adalah perang yang paling mengerikan dalam sejarah dunia. Sekitar 30 negara terlibat dan berlangsung hingga 6 tahun lamanya.

Perang ini juga melahirkan tokoh paling kontroversial dan mematikan, Adolf Hitler.

Lantas bagaimana sejarah lengkap PD II?

Dilansir dari Historical, PD II berlangsung mulai 1939-1945 yang membelah dunia dengan 2 aliansi militer besar.

Yakni Poros (terdiri dari Jerman, Italia, dan Jepang), serta Sekutu (Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat).

Baca juga:  Nenek Australia Ini Raih Gelar S2 di Usia 90

Jerman, setelah PD I mengalami kekalahan dan seluruh beban kesalahan ditanggung negara itu.

Hingga Jerman, dipaksa menerima persyaratan pasca-perang yang menjatuhkan harga diri bangsa mereka.

Ketidakpuasan juga dialami Italia dan Jepang. Kedua negara merasa dalam perjanjian pasca-perang yang dikenal sebagai Perjanjian Versailles.

Apa yang menjadi kepentingan mereka, diabaikan oleh banyak pihak.

Muncullah ideologi fasisme yang cenderung merendahkan bangsa lain.

Poros Berlin-Roma-Tokyo berambisi menduduki negara-negara di sekitarnya untuk menjadi jajahan.

Awalnya, negara sekutu seperti Inggris dan Prancis mengalah pada tindakan invasi ini.

Namun, sikap mereka berubah setelah Jerman yang dipimpin Hitler memporak-porandakan Polandia.

Invasi itu langsung disambut genderang peperangan oleh Inggris dan inilah awal mula PD II.

Baca juga:  Kebijakan Presiden Putin Bikin Eropa Menjerit

Awalnya, kedudukan Jerman di Polandia dibantu oleh Uni Soviet hingga akhirnya Soviet murka.

Sebab Jerman, mengkhianati mereka dan menggempur wilayah barat Soviet pada 1941.

Soviet pun, akhirnya berbalik ke Blok Sekutu dan ikut memerangi Jerman.

Amerika Serikat (AS) di awal perang tersebut, sebenarnya mengambil sikap netral.

Tragedi Pearl Harbor Dibalas Bom Atom

Hingga di satu pagi yang cerah, pangkalan udara Pearl Harbor, di Hawaii diserang mendadak oleh Jepang yang membuat AS berang.

Akhirnya, AS ikut-ikutan menggempur Poros Berlin-Roma-Tokyo.

Pada 1944, kekuatan Blok Poros mulai melemah dan mengalami kemunduran yang signifikan.

Hingga akhirnya pada April 1945, Nazi Jerman sebagai pemimpin Poros akhirnya jatuh diikuti dengan aksi bunuh diri pemimpin mereka, Adolf Hitler.

Baca juga:  Rusia Bombardir Kyiv, di Tengah Lawatan 3 Pemimpin Eropa

Pada 8 Mei 1945, Jerman berhasil ditaklukkan oleh Sekutu dan penaklukkan ini diikuti kejatuhan negara Poros lainnya.

Jepang, dihajar bom atom oleh AS di Kota Hiroshima dan Nagasaki. Jepang pun, akhirnya menyerah pada 15 Agustus 1945.

Pada September 1945 seluruh aliansi Poros bersama dengan Sekutu menandatangani dokumen gencatan senjata dan sepakat mengakhiri perang.

PD II menyisakan traumatis besar seluruh negara di dunia, bukan hanya yang bertikai.

Melainkan juga negara kecil yang saat itu menjadi jajahan, termasuk Indonesia yang sempat diduduki Jepang selama 3 tahun.

Total korban tewas PD II lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia. Tak terhitung kerugian material di perang ini. Perang Dunia II menjadi perang terdahsyat di abad 20.

Penulis: Ardini Maharani DS/Editor: R003