Pangandaran Terima 4 Jenis Pasokan Vaksin Covid-19

Pangandaran Terima 4 Jenis Pasokan Vaksin Covid-19
Foto ilustrasi from Pexels

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran kembali mendapatkan pasokan vaksin Covid-19 dari Pemprov Jawa Barat.

Sebelumnya, beberapa hari ke belakang stok vaksin Covid-19 di Pangandaran sempat kehabisan.

Dengan begitu, program percepatan vaksinasi di Kabupaten Pangandaran bisa berjalan kembali.

Pasokan sebanyak 3.000 vial atau sekitar 30.000 dosis itu diprediksi akan habis dalam 10 hari.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya telah mendapatkan kembali pasokan vaksin Covid-19 dari Pemprov Jawa Barat.

Percepatan vaksinasi di Kabupaten Pangandaran pun, kini tengah berlanjut.

“Hari Kamis kemarin dapat pasokan sebanyak 3.000 vial atau sekitar 30 ribu dosis. Paling dalam waktu 10 hari stok akan habis lagi.”

Baca juga:  Sebaran Baliho Bakal Calon Bupati Pangandaran Tak Jadi Indikator Kemenangan di Pilkada 2024

“Karena program vaksinasi sedang gencar dilakukan,” kata Jeje, Senin (9/8/2021).

Terlebih, animo masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi kini sedang meningkat.

Selain itu, kata Jeje, dirinya dan wakil bupati turun memantau untuk mempercepat program ini.

Pejabat setingkat eselon 2, juga dilibatkan untuk mengawal kegiatan berlangsung.

“Setiap pejabat diberi tugas mengawal satu kecamatan. Semua harus turun tangan, biar cepat.”

“Semua kalangan harus proaktif, sekolah, tempat wisata dan lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Kesehatan Pangandaran Yadi Sukmayadi menyebutkan, ada 4 jenis vaksin yang dikirimkan ke daerahnya.

Yakni, Astrazeneca sebanyak 200 vial untuk 2.000 dosis, Sinovac 504 vial untuk 5.040 dosis.

Kemudian, vaksin Moderna yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan untuk vaksinasi tahap ketiga sebanyak 97 vial.

Baca juga:  Presiden Pemuda OKI Minta Pemkab Pangandaran untuk Recovery Pasca Pandemi

Selanjutnya, yang keempat vaksin Sinophram, untuk warga Pangandaran penyandang disabilitas, sebanyak 738 vial.

“Vaksin yang kami terima saat ini diperkirakan akan habis dalam jangka waktu seminggu. Sasaran vaksinasi ada 344 ribuan.”

“Sedangkan sekarang ini, baru sekitar 5 ribuan. Berarti masih banyak kekurangan,” sebutnya.