21.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

NTP Jawa Barat Alami Penurunan

BERITA BANDUNG, ruber.id – Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Febuari 2021 tercatat mengalami penurunan sebesar 0.21%. Jika dibandingkan bulan Januari. Yaitu dari 100.06 menjadi 99.85.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dyah Anugrah menyebutkan, NTP dan NTUP pada Febuari ini, mengalami penurunan. Dari catatan BPS, indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0.03%. Sedangkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) naik sebesar 0.18%.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Barat pada Febuari 2021, turun sebesar 0.31 dan IT turun sebesar 0.03%. Sementara, indeks BPPBM juga naik sebesar 0.28%,” kata Dyah, Senin (1/3/2021).

BACA JUGA:  Pencarian Korban Longsor Cisayong Tasikmalaya Terkendala Cuaca
BACA JUGA:  Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, Unpad Segera Bangun Rumah Sakit Pendidikan

Harga Gabah dan Beras di Jawa Barat

Sementara itu, kata Dyah, harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat Petani sebesar Rp4.876,92 per Kg. Atau, turun sebesar 0.59%, jika dibandingkan Januari 2021. Di mana, rata-rata harga GKP di tingkat Penggilingan sebesar Rp5.002,58 per Kg. Atau turun 0.50%.

Dyah menuturkan, utuk Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani naik 1.38%. Dan di tingkat penggilingan naik 1.05%.

Kemudian, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.932,55 per Kg, naik 0.43%, jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Harga beras kualitas medium di penggilingan Rp9.879,79 per Kg, atau naik sebesar 0.42%. Sementara untuk harga beras kualitas rendah turun 2,75 persen. (R003/Bam)

BACA JUGA:  Bakesbangpol Jabar Sampaikan Demokrasi Melalui Gelaran Seni

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles