Sabtu, 15 Agu 2020

Modus Sucikan Wanita Lewat Ritual Mandi Kembang, Dukun di Depok Cabuli Korbannya

Baca Juga

Terus Berinovasi, Antimo Raih Penghargaan Living Legend Brands 2019

Terus Berinovasi, Antimo Raih Penghargaan Living Legend Brands 2019 JAKARTA, ruber.id -- Antimo sebagai salah satu produk unggulan PT Phapros Tbk menerima penghargaan Living Legend...

Bocah asal Regol Hilang Terseret Arus di Parit Astanaanyar Bandung

BANDUNG, ruber.id - Mohamad Bagas Al Hapiz, 6, dilaporkan hilang terseret arus di parit Jalan Moh. Toha, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung,...

Ratusan Scooterist Silaturahmi di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA, ruber.id - Sedikitnya 300 Scooterist, sebutan untuk pemilik Vespa, menghadiri silaturahmi Kopgab Sekuter Tasikmalaya (Sekuttu), Sabtu malam (11/7/2020).

PSBB Sumedang, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Pos Check Point C Jatinangor

JATINANGOR, ruber.id - Ratusan kendaraan diputar balik ke arah Bandung di Pos Check Point C Jatinangor, Sumedang, Jumat (8/5/2020).

DEPOK, ruber.id – Satreskrim Polres Metro Depok ringkus dukun berinisial AS, Kamis (25/6/2020).

Dukun yang mengaku mampu menyucikan diri ini bermodus ritual mandi kembang ini diringkus setelah diketahui mencabuli para korbannya.

Kepada polisi, AS mengaku sudah 2 tahun berprofesi sebagai dukun.

Berawal dari banyaknya warga yang datang minta bantuan. Terutama perempuan.

“Mereka datang sendiri minta ritual, kalau mandi kembang memang seperti itu, tidak ada paksaan,” ucapnya di Mapolres Metro Depok, Kamis (25/6/2020).

Saat menjalankan ritual, pasien yang rata-rata wanita diminta untuk membuka seluruh pakaiannya.

Lalu diminta mengikuti seluruh arahan pelaku. Kemudian, AS melampiaskan nafsu bejatnya.

AS mengaku, ritual itu merupakan turun temurun didapat dari orangtuanya.

“Sebenarnya cara ini hanya untuk keluarga saja, tapi lama kelamaan banyak yang tahu dan datang mengikuti ritual ini.”

“Untuk satu kali ritual Rp50.000, saya tidak pernah matok harga, seikhlasnya mereka,” jelasnya.

Sementara, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pelaku kerap mengaku kepada korbannya mampu menyucikan orang.

Karena alasan ini, kata kapolres, saat ritual mandi kembang, para korbannya ditawari untuk membuka seluruh pakaiannya, agar lebih suci.

“Saat buka baju itu mereka dijamah. Bahkan, mohon maaf, diperlakukan tidak wajar. Ini berjalan sudah 1.5 tahun,” terangnya.

Hingga saat ini, kata kapolres, sudah ada 4 korban yang telah melapor.

Para korban ini, kata kapolres, mengaku telah mengikuti ritual dan mengalami tindakan asusila yang dilakukan AS.

Selain itu, ritual tersebut tidak membawa efek apapun.

“Sampai sekarang belum ada laporan mengenai tindakan persetubuhan yang dilakukan pelaku.”

“Tapi kami akan perdalam lagi, kemungkinan karena korban malu. Namun, perbuatan cabulnya ini sudah mengarah sampai hal-hal yang intim, patut diduga mengarah ke sana,” ungkapnya.

Dukun AS dijerat Pasal 288 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun. (R007/Moris)

Baca Juga: Fix! Pilkada Kota Depok Digelar 9 Desember 2020

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kasus Positif Covid-19 di Sumedang Terus Melonjak, Total Akumulasi 67 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus melonjak. Sabtu (15/8/2020), ada tambahan 12 orang.

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.