Misteri dan Mitos Tanjakan Bohong Tasikmalaya

Misteri dan Mitos Tanjakan Bohong Tasikmalaya
Tanjakan Bohong di Salawu, Tasikmalaya. Foto from Youtube Fatimah Craft

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Tanjakan Bohong, berlokasi di Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Lokasinya, berbatasan dengan Kabupaten Garut.

Beberapa tragedi kecelakaan, terjadi di tanjakan ini. Karena kondisi jalan yang menanjak, juga minim prasarana.

Secara kondisi, Tanjakan Bohong ini memiliki tingkat kemiringan sekitar 45 derajat, dan berada di tikungan tajam.

Kondisi itu, menyebabkan kendaraan mundur dan terperosok masuk ke dalam tebing dengan tinggi 7 meter.

Mitos di Tengah Masyarakat Sekitar Tanjakan Bohong

Seringnya, terjadi kecelakaan di Tanjakan Bohong ini tak terlepas dari mitos yang masyarakat setempat percayai.

Yakni, adanya Sosok Eyang Layungmendung yang merupakan sesepuh di daerah itu, menjadi dikenal masyarakat.

Baca juga:  DC Diamuk Massa di Tasikmalaya, Nanang: Harus Jadi Pelajaran

Mitosnya, konon banyak yang melihat sosok kakek-kakek yang menyeberang dan membuat kaget pengendara. Hingga, kendaraan oleng dan terjadi kecelakaan.

Sudah puluhan tahun masyarakat meyakini bahwa, Tanjakan Bohong merupakan lokasi jalanan termasuk petilasan Eyang Layungmendung.

Menurut salah satu warga, rumah Eyang Layungmendung ada di bawah Tanjakan Bohong.

Dan banyak yang meyakini tradisi, jika melewati Tanjakan Bohong pada malam hari, harus membunyikan klakson sebagai tanda permisi.

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, katanya sosok kakek itu selalu berlalu-lalang di sekitar tanjakan. Bahkan, ada korban kecelakaan yang mengaku melihat sosok itu.

Kondisi Tanjakan Curam Namun Tak Terlihat

Nama Tanjakan Bohong sendiri, berasal dari kondisi di mana yang terlihat pada jalan itu, hanya belokan saja. Tidak ada tanjakan, padahal ada tanjakan yang kondisinya curam.

Baca juga:  Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Cikatomas Tasikmalaya dan Menimpa Rumah Asep

Terlepas dari mitosnya, pengemudi harus hati-hati dalam mengunakan rem. Dan bagi yang belum tahu kondisi jalanan, tidak boleh ngebut serta harus ekstra hati-hati.

Sebab, tanjakan ini menjadi titik rawan kecelakaan. Karena pada malam hari dengan penerangan yang minim, tak jarang pengemudi hilang konsentrasi saat berkendara.

Selain itu, ucapan saat kita berkendara juga harus kita jaga. Utamakan sopan santun, untuk menghargai penghuni yang diyakini sebagai sesepuh di jalan.

Tak jarang, banyak anak muda yang sengaja berbicara tak baik. Dengan maksud, membuktikan apakah penghuni itu ada atau tidak. Mereka, malah mengalami kejadian tak enak seperti kecelakaan.

Jadi, apakah kamu percaya mengenai mitos Tanjakan Bohong di Salawu Tasikmalaya?