oleh

Mengenal Ong Bung Keng, Perintis Tahu Sumedang Sejak 1900

Ayo gunakan hak pilihmu!

SUMEDANG, ruber.id – Kabupaten Sumedang dikenal sebagai Kota Tahu. Sebutan ini tak lepas dari makanan murah meriah nan bergizi yaitu tofu (Jepang) atau tahu.

Di Sumedang khususnya, makanan khas ini dipopulerkan oleh etnis Tionghoa yang tinggal di Sumedang sekitar tahun 1900-an.

Etnis Tionghoa yang mengenalkan dan membuat makanan yang satu ini menjadi populer seperti sekarang ini yaitu Ong Kino.

Menurut penuturan generasi keempat Tahu Bungkeng, perintis tahu Sumedang, Suriadi, 52, tahu Sumedang dikenalkan pertama kali oleh uyutnya, Ong Kino.

“Uyut saya, Ong Kino, mengenalkan tahu Sumedang pada awal tahun 1900-an,” kata Suriadi atau pemilik nama asli Ong Che Ciang, belum lama ini.

Ong Kino, kata dia, adalah keturunan China. Di mana, pada awal tahun 1900-an itu, sudah berada di Indonesia.

Saat itu, Ong Kino datang ke Sumedang melalui Pelabuhan Cirebon dan setibanya di Sumedang, menetap di Tegalkalong, Sumedang Utara, Sumedang.

“Kali pertama uyut Ong Kino mengenalkannya, sebatas untuk dikonsumsi oleh keluarga. Ukuran tahu pun saat itu besar-besar.”

“Tapi, karena dulu ekonomi lagi sulit, tahu yang saat itu ukurannya besar itu dipotong jadi kecil-kecil.”

“Hingga akhirnya jadilah tahu Sumedang seperti sekarang,” tuturnya di pusat Tahu Bungkeng, di Jalan 11 April, Sumedang.

Saat itu juga, selain disantap oleh keluarga, tahu Sumedang buatan Ong Kino ini, disuguhkan kepada tetangga dan tamu yang datang.

“Ternyata, tetangga juga suka sama rasanya yang gurih, beda dari tahu pada umumnya saat itu,” ucapnya.

Sampai akhirnya, kata dia, Bupati Sumedang saat itu, Pangeran Aria Soeriaatmadja bilang tahunya enak, pasti laku.

“Ucapan bupati itu terbukti sampai sekarang, banyak orang suka,” terangnya.

Tahu sumedang Ong Kino ini, mulai populer setelah dikenalkan salah satu anak dari Ong Kino, yakni Ong Bung Keng.

Pada tahun 1917, kata Suriadi, kakeknya, Ong Bung Keng datang ke Sumedang dari China untuk menemui Ong Kino atau lebih dikenal Babah Eno.

Saat itu pula, Ong Bung Keng tertarik dengan tahu buatan sang ayah, Ong Kino.

Alasannya, tahu buata Ong Kino ini bisa lebih mudah dipasarkan karena ukurannya kecil.

Selain itu, tahunya juga memiliki rasa yang beda, gurih. Berbeda dengan tahu kuning dan putih pada umumnya.

Ong Bung Keng, dengan keuletannya, kemudian belajar dari sang ayah untuk membuat makanan khas ini.

Ong Bung Keng, dari awal tekun belajar membuat tahu. Dimulai dari penguasaan resep, proses produksi, dan tahap penggorengan, Ong Bung Keng kerjakan sendiri.

Lalu, pada awal tahun 1917, tahu Sumedang ini mulai dijual secara umum hingga akhirnya, dari tahun ke tahun kian populer dan menemui puncak kejayaannya tahun 1980 hingga 1990-an. (R003)

Baca berita lainnya: Santirah River Tubing, Surga Wisata yang Tersembunyi di Pangandaran

loading...