SPORTS, ruber.id – Inter Milan meraih kemenangan penting usai menaklukkan Lecce dengan skor 2-0 pada matchday 26 Serie A, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.
Hasil ini, membuat Nerazzurri (Julukan Inter) semakin kokoh di puncak klasemen Serie A musim 2025/2026.
Pada laga ini, Inter harus bersusah payah untuk memenangi laga. Di mana, dua gol kemenangan Inter baru tercipta di babak kedua.
Kebuntuan Pio Esposito cs pecah pada menit ke-75 lewat aksi Henrikh Mkhitaryan yang memanfaatkan celah di pertahanan tuan rumah.
Tujuh menit berselang, bek tengah Manuel Akanji menggandakan keunggulan melalui sundulan tajam hasil sepak pojok Federico Dimarco.
Meski skor baru berubah di 15 menit akhir, laga sebenarnya tidak berlangsung seimbang.
Inter tampil dominan sejak awal dan menciptakan banyak peluang. Termasuk, dua momen dramatis ketika bola disapu tepat di garis gawang oleh pemain Lecce.
Bahkan, tim tuan rumah tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Chivu Puji Kedalaman Skuat Inter
Usai laga, Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengaku puas dengan performa anak asuhnya.
Chivu menilai, gol Mkhitaryan memang lahir dari skema yang telah dipersiapkan. Terutama, dalam memanfaatkan ruang kosong di lini belakang lawan.
“Gol itu? Kami memang berharap bisa memaksimalkan pergerakan tanpa bola. Kami punya pemain yang tahu cara menyerang ruang.”
“Dan tentu saja, ada Federico Dimarco yang punya kaki kiri luar biasa,” ujar Chivu dikutip dari akun X jurnalis Italia, Daniele Mari.
Chivu juga menyoroti kemenangan yang diraih tanpa sejumlah pemain kunci. Seperti absennya Barella, Calhanoglu, Dumfries, dan Lautaro Martinez.
Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan, Inter tidak bergantung pada satu atau dua nama saja.
“Saya selalu bilang, tidak ada pemain inti atau cadangan. Semua terlibat dan semua punya kualitas penting,” tegas pelatih asal Rumania tersebut.
Chivu juga memberikan apresiasi khusus kepada timnya yang harus menjalani perjalanan panjang dari laga sebelumnya melawan Bodo, dengan waktu istirahat yang minim.
Meski begitu, Inter tetap mampu tampil fokus dan solid.
Terkait peluang di kompetisi Eropa, Chivu menegaskan bahwa peluang masih terbuka.
“Kualifikasi masih seimbang, masih ada leg kedua. Kami harus tampil sebagai versi terbaik Inter,” tambahnya.
Di Francesco Akui Kualitas Inter
Sementara itu, pelatih Lecce Eusebio Di Francesco mengakui keunggulan lawannya.
Ia menyebut, Inter tampil sangat serius dan hampir tidak memberi celah sedikit pun.
“Inter datang untuk memainkan pertandingan yang tepat dan penting. Kami berharap,.mereka memberi ruang, tapi mereka tidak memberi apa pun,” katanya.
Di Francesco juga menyoroti kekuatan Inter dalam situasi bola mati. Terutama, kualitas umpan dari Dimarco yang dinilainya sangat berbahaya.
“Cepat atau lambat, melawan tim seperti Inter, Anda akan kebobolan. Mereka benar-benar kuat,” ujarnya.
Ia pun mengakui timnya kurang mampu memberikan ancaman berarti.
“Saat menghadapi tim besar, Anda harus punya setidaknya perasaan bisa menyakiti mereka. Kami terlalu sedikit melakukannya,” ucapnya.
Dengan kemenangan atas Lecce ini, Inter menunjukkan mentalitas juara dan konsistensi permainan di 13 sisa laga Serie A.
Hingga matchday 26, Inter kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 64 poin hasil dari 21 menang, sekali seri, dan 4 kali kalah.
Hasil ini juga memperlebar jarak poin Inter dengan pesaing terdekat, AC Milan di peringkat kedua yang baru mengoleksi 54 poin dari 25 laga yang telah dimainkan. ***







