Memaknai Hidup dari Kisah Ulama Kharismatik Kobak Rante

Memaknai Hidup dari Kisah Ulama Kharismatik Kobak Rante
Makam ulama kharismatik Kobak Rante, KH M. Salib Aliyuddin. shendy/ruber.id

KOPI PAGI, ruber.id – Hidup tidak hanya sekadar hidup. Melainkan harus bisa berguna bagi manusia lainnya. Setidaknya itulah yang dipegang teguh oleh ulama kharismatik asal Kobak Rante, KH M. Salib Aliyuddin hingga akhir hayatnya.

Ulama yang biasa disapa mbah ini merupakan ulama kharismatik dari kampung Kobak Rante, Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Kiai Salib memiliki keilmuan yang tinggi. Namun, kepribadiannya sederhana bersahaja. Ramah serta welas asih.

Hal itulah yang membuat Kiai Salib banyak dihormati oleh santri dan masyarakat.

Semasa hidupnya, Kiai Salib sering menolong sesama tanpa ragu dan pamrih. Terutama bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.

“Mbah selalu berpesan bahwa sebagai manusia harus selalu menolong sesama dan tanpa ragu,” ungkap Mardiasih, salah seorang cucu Kiai Salib, saat diwawancara Sabtu (16/4/2022).

Baca juga:  Gunung Parang di Langkaplancar, Ada Makam 2 Kesatria Pengawal Raja Galuh

Kiai Salib, kata Mardiasih, selalu mengajarkan kesederhanaan dan kesantunan dalam menjalani hidup.

Banyak masyarakat yang sengaja ingin belajar agama dari Kiyai Salib. Atau sekadar untuk meminta pentunjuk, doa serta nasihat dalam menjalani hidup.

“Banyak yang datang ke Mbah. Bahkan dari luar kota. Ada yang minta untuk didoakan usahanya lancar, jodoh dan lain-lain. Alhamdulillah atas izin Allah banyak yang sukses,” ungkap Mardiasih saat ditemui di selasar makam Kiyai Salib.

Untuk diketahui, Kiai Salib merupakan ulama asal Banten yang mengembara ke Bekasi untuk menyiarkan agama Islam. Ulama yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun ini tutup usia pada tahun 1976.

Penulis: Shendy Boy TD/Editor: R003