Masuk Grand Final Tingkat Nasional, Devin Berharap Bridge Tasikmalaya Makin Dikembangkan

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Devin Berliansyah Nurzaman dan M Ryan Febryansyah berhasil membuktikan bahwa bibit muda bridge di Jawa Barat khususnya Tasikmalaya tak bisa dianggap sebelah mata.

Terbukti, Devin yang merupakan siswa SMPN 5 dan Ryan dari SMPN 2 Kota Tasikmalaya mampu menyingkirkan peserta zona 5 dari Jawa Barat lainnya dan melenggang ke grand final.

Kompetisi yang digelar dua hari, 15-16 November 2019 di Telkom Landmark Tower Auditorium, Jakarta Selatan itu diikuti 15 tim atau pasangan se-Indonesia. Kejuaraan tersebut dibuka oleh Ketua Umum GABSI Miranda Gultom.

Kepada ruber.id, Devin yang baru saja pulang dari Jakarta mengaku sangat bangga bisa mengharumkan nama Tasikmalaya di tingkat nasional melalui kompetisi bridge.

Baca juga:  Minta Bukti Cinta, Gadis di Tasikmalaya Digagahi Pacarnya 2 Kali

“Ya sangat bangga karena masuk grand final tidak mudah. Memang hasilnya belum bisa juara 1 tapi alhamdulillah meraih posisi 7 se-Indonesia dan itu tidak mudah,” ungkapnya.

Selain tingkat SMP, lanjut Devin, ada juga peserta lain dari Tasikmalaya yakni 2 pasang dari tingkat SD dan 1 pasang tingkat SMA.

“Tiap zona, yang dibawa ke grand final 3 pasangan yaitu dari rangking 1 sampai 3. Alhamdulillah dari setiap sesi, kami rangking 1 terus,” akunya.

Devin berharap, dengan beberapa kali peserta dari Tasikmalaya masuk grand final, olahraga brigde bisa lebih diperhatikan oleh KONI.

“Ya, saya berharap lebih banyak dukungan dari KONI terhadap bridge. Selalu mendukung setiap ada kegiatan, dan bridge bisa semakin dikembangkan,” harapnya.

Baca juga:  Ditemukan Kasus Positif COVID-19, Unsil Tasikmalaya Kembali Kuliah Daring

Bukan kali ini saja Devin masuk grand final. Tahun 2018, Devin juga mengikuti kejuaraan yang sama.

Sekadar diketahui, kejuaraan liga bridge siswa dan mahasiwa tingkat nasional diadakan setahun sekali.

Sebelumnya, peserta harus mengikuti seleksi tiap zona yang diadakan 5 seri dan setiap serinya dilaksanakan sebulan sekali dari bulan Juli sampai Oktober.

Zona 5 sendiri terdiri dari Jawa Barat, Jakarta Selatan dan Banten.