19.4 C
Indonesia
Sabtu, September 18, 2021
spot_img

Malware Buatan Israel Bisa Tembus Sistem Operasi Apple, Pengguna iPhone Ketar-ketir

BERITA TEKNO, ruber.id – Pengguna iPhone kini mulai ketar-ketir. Sebab, malware buata Israel diklaim bisa tembus sistem operasi milik Apple.

Sebuah malware baru siap mengacak-acak sistem keamanan pengguna ponsel besutan Apple tersebut.

Adalah sebuah perusahaan pemantau internet yang berlokasi di Israel yang mengklaim keberhasilan mereka mengembangkan sebuah perangkat.

Perangkat ciptaan mereka ini diklaim mampu menembus pertahanan semua model iPhone dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Kelompok Citizen Lab, yang pertama kali menemukan malware ini menyebutkan virus tersebut telah digunakan sejak Februari lalu.

Demikian lansiran dari Reuters, Selasa (14/9/2021).

Mereka menyebutkan sungguh ini malware yang sangat berbahaya.

Karena, tak perlu memakai interaksi langsung dengan pengguna ponsel.

BACA JUGA:  Oppo Reno 6 5G, Spesifikasi Canggih Harga Ringan di Kantong
BACA JUGA:  Tak Harus Berlangganan TV Kabel, Nonton Drakor Lebih Asyik di VIU

Malah bisa menyerang semua sistem operasi Apple seperti iOS, OSX, dan watchOS. Mengerikan sekali, bukan?

Apple Tak Diam Diri

Demi melindungi para penggunanya, Apple sigap menanggapi temuan Citizen Lab.

Yaitu, dengan mengeluarkan pernyataan jika mereka telah membuat pembaruan untuk perangkat lunaknya demi mengatasi rentannya iPhone terkena malware tersebut.

“Kami sudah mengidentifikasi bagian yang rentan dimanfaatkan oleh malware ini untuk iMessage.”

“Apple dengan cepat akan memberikan perbaikan pada iOS 14.8 demi mengover keamanan para kostumer setia kami,” ujar Kepala Teknis dan Arsitektur Keamanan Apple, Ivan Krstic dalam keterangan resminya.

Krstic mengakui jika serangan malware ini punya tingkat kerumitan tinggi dan membutuhkan dana luar biasa untuk mengembangkannya.

BACA JUGA:  Kuasai Pasar Dunia, Samsung Rilis 2 Ponsel Lipat Kekinian

Karenanya, mereka hanya perlu menyasar satu brand tertentu yang memiliki sistem operasi berbeda yakni iPhone, satu-satunya berbasis iOS.

Krstic mengatakan, meski serangan ini gencar namun pengguna tak usah takut.

BACA JUGA:  Apple Segera Rilis iPhone 13, Catat Waktu Peluncurannya

Sebab, dengan pembaruan keamanan pada perangkat maka akan mendapatkan perlindungan baru untuk data-data pengguna iPhone.

Malware ini pertama kali ditemukan Citizen Lab pada iPhone seorang aktivis asal Arab Saudi.

Malware tersebut ditemukan ketika dia meng-klik sebuah gambar di iMessages-nya.

Banyak pihak menduga jika malware ini sengaja dikembangkan oleh NSO Group yang memang sejak awal bisa mematahkan sistem yang dirancang oleh Apple.

NSO Group pun tak mengiyakan atau membantah tudingan itu.

Yang pasti, mereka hanya memberikan keterangan jika pihaknya akan membantu penegak hukum seluruh dunia untuk melawan kriminalitas dan terorisme.

BACA JUGA:  Tak Harus Berlangganan TV Kabel, Nonton Drakor Lebih Asyik di VIU

Fitur iMessages memang berkali-kali menjadi sasaran NSO Group.

Kendati Apple sudah memperbaikinya namun tetap saja perlindungan itu belum menyeluruh.

Bahkan, Citizen Lab mengungkap, jika serangan malware baru ini tumpang tindih dengan serbuan NSO Group sebelumnya.

Di mana, yang terlihat dari kode bernama ‘setframed’ dan terjadi pada 2020 lalu di ponsel seorang jurnalis asal Alzajair.

BACA JUGA:  Cara Mengatasi Laptop Lemot, Gak Perlu Ganti Baru

Penulis: Ardini Maharani DS
Editor: Bam

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles