Magang Praja IPDN di Sumedang Dorong Penguatan Data Desa

Magang Praja IPDN di Sumedang Dorong Penguatan Data Desa
Dok. Pemkab Sumedang

NEWS, ruber.id – Kegiatan Magang Tingkat III Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menunjukkan dampak positif terhadap penguatan basis data desa.

Hal tersebut terungkap, dalam kegiatan monitoring yang dilakukan Sekda Sumedang, Tuti Ruswati, di Command Center PPS, Rabu, 21 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, para praja IPDN memaparkan perkembangan magang tematik yang difokuskan pada dua program prioritas daerah. Yakni, Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dan Sumedang Bebas Sampah.

Kedua program tersebut, diarahkan untuk mendukung akurasi data desa sekaligus mendorong perbaikan tata kelola lingkungan.

Sekda Tuti menyampaikan apresiasi atas peran aktif Praja IPDN yang dinilai mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Baca juga:  TKD Jokowi Sumedang Apresiasi Terbentuknya Timsus 1901

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi sangat penting dalam memperkuat perencanaan berbasis data.

“Kami sangat terbuka untuk bekerjasama dengan akademisi. Hasil dari kolaborasi ini, akan berpengaruh besar terhadap pencapaian indikator makro pembangunan di Kabupaten Sumedang,” ujar Tuti.

Tuti menambahkan, kehadiran praja IPDN melalui program magang tematik telah membantu menggerakkan birokrasi.

Terutama, dalam pembaruan data Desa Cantik dan penguatan program Sumedang Bebas Sampah.

“Kami berharap, magang IPDN ini semakin mendorong kemajuan Sumedang. Khususnya, dalam penataan dan pengelolaan database,” katanya.

Dukung Penanganan Kemiskinan Berbasis Data

Sementara itu, Wakil Rektor IPDN Bidang Akademik dan Inovasi, Hyronimus Rowa menjelaskan, magang praja di Sumedang dirancang untuk mendukung penanganan kemiskinan berbasis data melalui program Desa Cantik, serta memperkuat implementasi program Sumedang Bebas Sampah.

Baca juga:  Operasi Gabungan, Polsek Jatinangor Sumedang Amankan 8 Motor Tak Jelas

Ia juga, memberikan sejumlah catatan teknis. Seperti, pentingnya rekapitulasi jumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sumedang Utara serta perencanaan kapasitas pengumpulan data harian agar target dapat tercapai secara optimal.

“Praja telah melakukan pengumpulan data secara door to door. Setiap desa atau kelurahan ditempatkan sekitar 30 praja.”

Progresnya sudah terlihat dan hingga saat ini pergerakan data di aplikasi telah mencapai sekitar 14 persen,” ungkapnya.

Hyronimus berharap, hingga masa magang berakhir pada 3 Februari 2026, capaian pengumpulan dan penataan data desa terus meningkat secara signifikan.

Dengan demikian, data yang dihasilkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung kebijakan Desa Cantik dan program Sumedang Bebas Sampah di Kabupaten Sumedang. ***

Baca juga:  Polsek Jatinangor Amankan Miras dari Warung di Jalan Bandung-Garut