SPORTS  

Maaf dari Brahim Diaz Usai Penalti Panenka Gagal Total di Final AFCON 2026

Maaf dari Brahim Diaz Usai Penalti Panenka Gagal Total di Final AFCON 2026
Brahim Diaz. Foto from X Fabrizio Romano

SPORTS, ruber.id – Brahim Diaz menyampaikan pernyataan emosional usai kegagalannya mengeksekusi penalti krusial pada partai final AFCON atau Piala Afrika 2026.

Gelandang tim nasional Maroko itu mengaku, hatinya terluka karena mimpi besar membawa negaranya meraih gelar juara harus pupus di depan mata.

“Jiwa saya sakit. Saya memimpikan gelar ini berkat semua cinta dan dukungan yang kalian berikan.”

“Setiap pesan dan dukungan membuat saya merasa tidak sendirian. Saya berjuang dengan, segala yang saya miliki. Terutama dengan hati,” ujar Diaz dikutip ruber.id dari akun X jurnalis Fabrizio Romano, Senin, 19 Januari 2026.

Momen kegagalan eksekusi penalti ala panenka itu terjadi, pada menit-menit akhir masa tambahan waktu babak kedua, sekitar menit ke-90+8, saat skor masih imbang 0-0.

Baca juga:  Matteo Gabbia Perpanjang Kontrak hingga 2029, Bukti Kepercayaan AC Milan pada Talenta Lokal

Diaz dipercaya sebagai algojo penalti, namun upayanya melakukan tendangan chip ala Panenka ke tengah gawang gagal membuahkan hasil.

Kiper Senegal, Edouard Mendy, dengan tenang membaca arah bola dan mengamankannya.

Kegagalan tersebut, membuat pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Senegal akhirnya mencetak gol dan menang 1-0, sekaligus memastikan diri sebagai juara turnamen.

“Saya bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi. Dari lubuk hati terdalam, saya meminta maaf,” ucap Diaz.

Brahim Diaz mengakui, proses pemulihan mental tidak akan mudah.

“Luka ini tidak akan cepat sembuh, tetapi saya akan berusaha bangkit. Bukan untuk diri saya sendiri, melainkan untuk semua yang percaya dan ikut merasakan penderitaan ini,” ucapnya.

Baca juga:  Resmi! Chelsea Hasilkan £29 Juta dari Penjualan Dewsbury Hall, Ugochukwu dan Chukwuemeka Menyusul

Terlepas dari kegagalan di final, pemain Real Madrid ini tetap mencatat prestasi individu gemilang dengan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen setelah mengoleksi lima gol.

Namun, air mata tak terbendung usai laga, mencerminkan betapa berat beban emosional yang ia rasakan karena gagal mempersembahkan gelar bagi Maroko, terlebih turnamen digelar di tanah sendiri.

Laga Sempat Tertunda 17 Menit

Kontroversi turut mewarnai momen penalti tersebut. Sebelum eksekusi dilakukan, laga sempat tertunda sekitar 17 menit akibat protes pemain Senegal yang bahkan sempat meninggalkan lapangan.

Pelatih Maroko, Walid Regragui, menilai penundaan panjang itu berpotensi memengaruhi fokus dan kondisi mental Diaz.

Meski demikian, Diaz menegaskan tekadnya untuk terus melangkah maju.

Baca juga:  Ngebet Semenyo, Liverpool Bakal Tebus Klausul Rilis £60 Juta pada Januari?

“Saya akan terus berjuang sampai suatu hari nanti bisa membalas semua cinta ini, dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Maroko,” sebut Diaz. ***