24.4 C
Indonesia
Rabu, Oktober 20, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Kreatif! Peneliti Unisba Racik Kopi Garut dengan Tampilan Bening

BANDUNG, ruberKopi hitam sudah biasa. Tapi, kopi bening? Bagaimana rasanya? Sebetulnya kopi bening sudah ada sejak dua tahun lalu. Penampakannya berupa cairan bening beraroma kopi, dan sama sekali tanpa ampas.

BACA JUGA: Berbisnis Double B, Sarah Sudah Mandiri sejak Kelas 1 SMA

Di Kota Bandung, pelopor kopi bening adalah dosen farmasi Universitas Islam Bandung (Unisba) Gita Cahya Eka Darma. Menurutnya, gagasan mengolah kopi bening terinspirasi oleh minuman serupa asal Irlandia.

Ketika bereksperimen, Eka menuturkan bahwa dia melakukan proses uji coba tanpa sedikit pun campuran kimia. Perangkat uji coba yang digunakan hanyalah gelas, air bening, dan kopi.

“Tapi, tentu saja mekanisme secara rincinya tak akan saya publikasikan, soalnya hak patennya akan saya daftarkan secara resmi,” kata Eka, Kamis (31/1/2019).

Walau begitu, Eka membocorkan sedikit rahasianya. Menurutnya, bahan utama yang digunakan adalah biji kopi jenis arabica Garut yang telah melalui proses sangrai atau roasting dengan pemanasan hingga 200 derajat celsius.

Keunggulan kopi Garut asli, sambung Eka, menghasilkan sensasi manis di akhir tegukan.

“Semua level roasting mulai light, light to medium, medium, medium to dark, sampai dark, saya coba. Begitu juga dengan level penggilingan (grinding) mulai giling kasar, giling sedang, dan giling halus. Penelitian ini dibantu mahasiswa saya, Devi Indah Pratiwi,” ungkapnya.

Di Indonesia, ternyata sudah ada kopi serupa dan telah dilempar ke pasaran. Tetapi setelah diuji secara laboratoris, pH kopi bening itu mencapai 3, sehingga memiliki sifat asam.

Proses pembuatannya lebih simpel, yakni dengan cara disuling. Sedangkan kopi bening versi Eka memiliki pH 6.7-6.8, sehingga mendekati pH air.

“Dengan begitu, kopi bening ini aman dikonsumsi penderita kelebihan asam lambung,” katanya.

Tetapi hingga saat ini belum ada kajian mengenai manfaat kopi beningnya. Karenanya, Eka belum berani mengklaim manfaat kopi bening ini sama dengan kopi asli kebanyakan.

“Saya kira harus ada penelitian lanjutan. Tapi berdasarkan testimoni penggunanya, kopi ini malah memicu detak jantung lebih kencang, dan aman bagi penderita mag,” katanya.

Eka belum siap memproduksi kopi beningnya secara massal, lantaran belum ada dukungan dari kalangan industri. Produksinya saat ini masih terbatas, itu pun baru ditawarkan di arena pameran.

Dia memasang bandrol Rp15.000-Rp20.000 untuk sebotol kopi berkapasitas 250 ml.

Karena cita rasanya tidak ‘terlalu kopi’, Eka menyarankan untuk tidak menyebutnya sebagai kopi bening.

“Ini tidak sepenuhnya kopi. Jadi, lebih pas disebut sebagai kopi teknokrat, karena merupakan turunan kopi yang dibuat oleh kalangan teknokrat, bukan barista,” tuturnya. red

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles