Konsolidasi dan Kolaborasi, Uzbekistan Pimpin Jalan Menuju Kemitraan Asia Tengah yang Kuat

Presiden Uzbekistan Asia Tengah
Sumber foto & artikel: Layanan Pers Presiden Republik Uzbekistan

BERITA INTERNASIONAL, ruber.id – Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, menjadi sorotan dalam Pertemuan Permusyawaratan Kepala Negara Asia Tengah di Dushanbe, Tajikistan, pada 14 September 2023.

Dalam pidatonya yang berpengaruh, ia menyoroti pentingnya konsolidasi dan kerja sama di antara negara-negara Asia Tengah untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh kawasan ini.

Presiden Mirziyoyev memulai pidatonya dengan mengakui, hubungan historis dan kerja sama tingkat tinggi yang ada antara negara-negara di Asia Tengah dan Azerbaijan.

Ia juga, menyoroti peran penting Pusat Diplomasi Pencegahan Regional dalam mengembangkan kemitraan multidimensi di Asia Tengah.

Selain itu, ia menekankan, Asia Tengah sedang mengalami stabilitas dan persatuan yang berkembang pesat, dan wilayah ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi yang penting.

Baca juga:  Cerita Para Pahlawan di Balik Aksi Biadab Teroris Serang Masjid di Selandia Baru

Ia mencatat, negara-negara Asia Tengah semakin bersatu dalam platform internasional, menghadapi isu-isu global dan regional dengan satu posisi.

Dalam kesempatan ini, Presiden Uzbekistan juga mengusulkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di antara negara-negara Asia Tengah.

Usulan Presiden Uzbekistan

Kerja Sama Perdagangan dan Ekonomi

Ia, mendorong pembentukan zona perdagangan bebas penuh tanpa pengecualian dan pembatasan.

Ini, akan melibatkan harmonisasi peraturan, pembukaan pusat perdagangan, dan peluncuran platform e-commerce regional.

Kerjasama Industri

Presiden Mirziyoyev menekankan kerja sama dalam sektor industri, mencatat beberapa contoh kemitraan yang sudah ada dan berpotensi seperti produksi mobil, peralatan rumah tangga, dan produk makanan.

Interkonektivitas Transportasi

Ia juga, mengusulkan pengembangan Perjanjian Transportasi dan Transit di Asia Tengah untuk mengurangi biaya transportasi yang tinggi dan meningkatkan akses ke pasar internasional.

Baca juga:  Daftar 20 Negara Terkuat di Dunia, Indonesia Kalahkan Jerman

Keamanan Energi

Presiden Uzbrkistan menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur energi yang sesuai dengan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini, melibatkan kerja sama dalam eksplorasi geologi, infrastruktur untuk penyimpanan energi, dan diversifikasi sumber energi.

Keamanan Pangan

Presiden Uzbekistan, mengusulkan pembentukan Program Kemitraan regional untuk mengatasi tantangan di sektor pertanian. Termasuk, masalah gizi, rantai nilai yang panjang, dan krisis iklim.

Tantangan Iklim

Kemudian, ia mengundang negara-negara di kawasan untuk berpartisipasi dalam Forum Internasional Samarkand yang didedikasikan untuk agenda iklim Asia Tengah.

Ia juga mengusulkan pembentukan platform multilateral Dialog Iklim Asia Tengah dan penerapan Strategi Regional Adaptasi Perubahan Iklim.

Kerjasama Kemanusiaan

Presiden Mirziyoyev mengusulkan, pengembangan interaksi budaya dan kemanusiaan, serta pembentukan Pusat pemberdayaan pemuda Asia Tengah.

Baca juga:  Negara di Asia Tenggara Mulai Ikut Campur Perang Rusia-Ukraina

Keamanan

Presiden Mirziyoyev mendukung ide pertemuan rutin mengenai masalah keamanan di bawah koordinasi Sekretaris Dewan Keamanan dan mencatat pentingnya melindungi perbatasan dan melawan ancaman keamanan tradisional dan baru.

Terakhir, Presiden Mirziyoyev menyoroti pentingnya dialog terus-menerus dan kerja sama dengan Afghanistan dalam konteks keamanan dan pembangunan.

Ia mengusulkan, pembentukan Contact Group untuk memfasilitasi interaksi dengan Afghanistan.

Dengan pidatonya yang kuat ini, Presiden Uzbekistan telah membawa isu-isu kunci yang dihadapi Asia Tengah ke panggung internasional. Menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi tantangan bersama, dan membangun kemitraan yang lebih kuat di kawasan ini.