GAYAIN  

Komunitas Reptil Bandung Gencarkan Edukasi: Kenal Lebih Dekat, Peduli Lebih Banyak!

Komunitas Reptil Bandung Gencarkan Edukasi
Foto: Diskominfo Kota Bandung

GAYAIN, ruber.id – Komunitas Reptil Bandung di Kota Bandung, Jawa Barat memandang, reptil masih kerap dipandang sebagai hewan yang menakutkan dan berbahaya.

Padahal, keberadaan berbagai jenis reptil memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Komunitas Reptil Bandung gencarkan edukasi kepada masyarakat

Melihat masih kuatnya stigma tersebut, Komunitas Reptil Bandung aktif menggelar berbagai kegiatan sosial dan edukasi untuk mengajak masyarakat mengenal reptil secara lebih dekat.

Edukasi, menjadi salah satu cara penting untuk membangun pemahaman. Selain itu, memupuk kepedulian terhadap satwa yang selama ini sering disalahpahami.

Staf Humas Komunitas Reptil Bandung, Firman mengatakan, komunitasnya tidak hanya menjadi wadah bagi para pencinta reptil. Tetapi juga, memiliki misi sosial melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, masih banyak mitos dan anggapan keliru yang berkembang di tengah masyarakat mengenai reptil.

Salah satunya, yaitu pandangan bahwa keberadaan reptil selalu menjadi ancaman.

Baca juga:  Dua Bangunan di Pasar Simpang Dago Bandung Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

“Reptil memiliki peran penting dalam ekosistem. Salah satunya sebagai predator alami hewan pengerat seperti tikus.”

“Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami keberadaan dan manfaat reptil bagi lingkungan,” kata Firman.

Untuk memperluas pemahaman tersebut, Komunitas Reptil Bandung secara rutin mengadakan gathering serta kegiatan edukasi di sekolah maupun komunitas lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai jenis reptil sekaligus diberikan pemahaman mengenai karakteristik, habitat, hingga cara berinteraksi dengan satwa tersebut secara aman.

Firman menilai, edukasi menjadi semakin penting karena masyarakat terkadang mengambil tindakan secara spontan ketika menemukan reptil di lingkungan sekitar.

Padahal, tindakan yang tidak tepat justru dapat membahayakan manusia maupun hewan.

Ia menceritakan, pengalamannya ketika pernah melihat seorang anak memegang ular tanpa mengetahui jenis maupun tingkat bahayanya.

“Pengalaman itu cukup membuat kami terkejut. Dari sana terlihat bahwa edukasi mengenai reptil memang penting agar masyarakat tidak sembarangan memegang hewan yang ditemukan,” ujarnya.

Baca juga:  Pesona Wisata Bhutan, The Land of the Thunder Dragon

Pemahaman masyarakat terkait reptil perlu ditingkatkan

Hal senada disampaikan anggota Komunitas Reptil Bandung, Raisya Nurhaliza.

Ia menyebutkan, pemahaman masyarakat mengenai jenis dan karakteristik reptil masih perlu terus ditingkatkan.

Menurut Raisya, salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah anggapan bahwa seluruh jenis ular memiliki bisa dan berbahaya bagi manusia.

Persepsi tersebut, terkadang membuat masyarakat langsung membunuh ular yang ditemukan.

“Tidak semua ular berbisa. Ketika menemukan ular di sekitar lingkungan, sebaiknya masyarakat memahami terlebih dahulu jenisnya dan tidak langsung mengambil tindakan yang justru bisa membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut,” tutur Raisya.

Ia menjelaskan, kemunculan reptil di kawasan permukiman tidak selalu berarti hewan tersebut sengaja mendekati manusia.

Kondisi itu, dapat terjadi karena adanya perubahan maupun kerusakan habitat yang membuat reptil berpindah dari lingkungan alaminya.

Baca juga:  Berikut Ciri-ciri Nyeri Haid Normal atau Tidak, Anda yang Mana?

Karena itu, menurut Raisya, masyarakat perlu melihat keberadaan reptil sebagai bagian dari rantai ekosistem yang memiliki fungsi masing-masing.

Melalui kegiatan gathering dan edukasi, Komunitas Reptil Bandung terus berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap reptil.

Komunitas tersebut, ingin menanamkan pemahaman bahwa mengenal satwa secara lebih baik merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian.

Pesan tersebut kemudian dirangkum dalam slogan komunitas, “Kenal dan Peduli”.

Semangat itu, menjadi dorongan agar masyarakat tidak terburu-buru memberikan stigma atau mengambil tindakan sebelum mengetahui jenis dan karakteristik reptil yang ditemukan.

Ke depan, Komunitas Reptil Bandung berharap kegiatan edukasi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan pengetahuan yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu bersikap lebih bijak. Terutama, ketika berhadapan dengan reptil serta ikut menjaga keberadaan satwa tersebut sebagai bagian penting dari keseimbangan ekosistem.***