Ketupat Tanjung Tasikmalaya, Tetap Diburu Setelah Lebaran

Ketupat Tanjung Tasikmalaya, Tetap Diburu Setelah Lebaran
Hj Dede Siti Sobariah (33), mengemas ketupat tanjung di rumah produksi Jalan Rancamaya, Kampung Gunung Waru RT 04/RW 15, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. agi/ruber.id

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Ketupat menjadi makanan wajib dalam perayaan hari besar keagamaan, terutama Lebaran. Namun, ketupat tanjung khas Tasikmalaya tetap menjadi buruan meski di luar hari raya.

Ketupat legendaris yang dibuat mengunakan air tanjung dari Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, saban hari permintaannya tinggi. Ratusan ikat ketupat selalu ludes setiap harinya.

Seperti dialami perajin ketupat tanjung, Hj Dede Siti Sobariah (33). Per hari memproduksi rata-rata 400-500 ikat ketupat tanjung. Setiap ikatnya berisi 25 buah.

“Apalagi sebelum Lebaran, kami sampai keteteran. Permintaan melonjak sampai ratusan persen,” ungkap Hj Dede kepada ruber.id, Jumat (13/5/2022).

Usaha turun-temurun yang dirintis nenek moyang Hj Dede pada 72 tahun silam dengan jenama Ketupat Jaya, hingga kini memproduksi ketupat tanjung di Jalan Rancamaya, Kampung Gunung Waru RT 04/RW 15, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu.

Baca juga:  Mengeluh Pusing saat Sedang Mengayuh, Tukang Becak di Tasikmalaya Meninggal

Produksi ketupat tersebut kini dikelola generasi keempat yang digawangi Hj Dede. Pasar ketupat tanjung juga merupakan konsumen lama yang turun-temurun.

“Pelanggan lama di sekitar Tasikmalaya. Bahkan kalau mau Lebaran, orderan selalu meningkat berpuluh kali lipat karena banyak yang dibawa ke luar kota,” ungkap Hj Dede sambil tersenyum.

Di luar hari-hari besar dan Lebaran, dari produksi ketupat tanjung itu Hj Dede mampu meraup omset jutaan rupiah setiap harinya. Jenama warisan kakek buyutnya itu, hingga kini tetap menjadi buruan para pelanggan.

Awet Sampai Tujuh Hari Kalau Digantung

Ketupat tanjung, bentuk dan ukurannya sama seperti ketupat pada umumnya. Namun ada ciri khas mencolok dari ketupat tanjung yang dimasak dengan menggunakan air tanjung dari Kawalu, yakni kulit ketupat saat matang akan berubah menjadi berwarna kemerah-merahan.

Baca juga:  Warga Cijerah Kawalu Ditemukan Tewas di Kolam Ikan Lele

Keistimewaan ketupat tanjung juga, meski tanpa dicampur bahan kimia, teksturnya kenyal dan tidak mudah basi.

Selain itu, ketupat tanjung awet jika disimpan dalam suhu kamar. “Kalau disimpannya digantung dalam suhu kamar, bisa sampai tujuh hari,” ungkap H Mamat Rahmat.

Ketupat tanjung yang dibuat dari bahan beras jenis IR itu, juga sudah memiliki rasa alami. “Sudah ada rasa asin dan gurih,” tandasnya.

Mengkonsumsinya tak hanya dengan opor atau gulai menu khas Lebaran, di hari biasa ketupat tanjung sering dipadukan dengan makanan lain seperti batagor, bakso, dan penganan lain.

Ketupat tanjung pengemasannya menggunakan daun kelapa pilihan, beras berkualitas, dan dimasak selama tiga sampai lima jam.

Baca juga:  Alokasi Anggaran COVID-19 Masih Tak Jelas, Janji Walikota Tasikmalaya Dipertanyakan

Memasaknya mengunakan air tanjung dari Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, yang sudah mengandung rasa asin dan gurih. Rasanya yang khas, membuat ketupat tanjung tak mudah dipalsukan.