18.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Ketika Kelompok Seni Tradisi asal Galunggung Tasik Unjuk Gigi

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id – Kelompok seni tradisi asal Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, unjuk gigi dalam rangkain pelaksanaan Camper Van Jabar Ngahiji, Minggu (5/9/2021).

Kelompok seni yang unjuk gigi pada acara yang dipusatkan di wilayah Pasir Datar, Geopark Galunggung itu yakni Kelompok Seni Jati Diri Nur Cahya Putra Galunggung.

Pada kesempatan ini, mereka unjuk kebolehan dengan mempertunjukkan beberapa tampilan seni tradisi.

Di antaranya, pencak silat, debus, dan seni tradisi khas Galunggung Tasikmalaya lainnya yang sudah jarang dipentaskan yakni Lais.

Seluruh pertunjukkan ini disuguhkan untuk menghibur para peserta CVI Jabar Ngahiji.

Abah Maman, ketua rombongan menuturkan, tampilan kesenian ini bukan hanya untuk sekadar menghibur peserta kemping.

BACA JUGA:  Digelar di Pasar, Milad ke-24 Teater Bolon Tasikmalaya Dinikmati Semua Kalangan
BACA JUGA:  Innalillahi, Nenek di Tasikmalaya Ditemukan Meninggal dengan Wajah Terbakar

Tetapi, kata dia, sebagai jalan untuk melestarikan seni buhun, yang telah ada sejak zaman nenek moyang.

“Seni tradisi seperi lais ini telah dipelajari secara turun temurun. Tanpa ada rasa ingin pamer adu jajaten. Murni sebagai pertunjukkan saja,” kata Abah Maman.

Suguhan seni tradisi ini pun disambut gembira oleh peserta kemping.

Antusiasme para peserta CVI ini tergambar dengan begitu banyak saweran yang diberikan.

Acara pertunjukkan yang berbeda dari seni pertunjukkan lainnya ini dimulai dengan menyuguhkan Rampak Ibing Pencak Silat.

Seni tradisi ini dibawakan oleh 4 pesilat wanita, 3 pesilat laki-laki.

Kemudian, ibing tunggal yang dibawakan satu orang pesilat laki-laki.

Selanjutnya, peserta juga disuguhkan dengan tampilan yang cukup menegangkan dengan dihadirkannya pertunjukan debus.

BACA JUGA:  Jurnalis Tasikmalaya Kecam Tindakan Kekerasan terhadap Wartawan di Surabaya

Dalam penampilan debus ini, Abah Maman dan kawan-kawan menggunakan media seperti golok, martil, pahat, bor listrik.

Rasa Takut, rasa penasaran terlihat jelas dari setiap mimik wajah penonton yang melihat pertunjukkan ini.

BACA JUGA:  Mayat Pria di Semak-semak Kagetkan Bocah yang Hendak Buang Air Kecil

Acara lebih semarak dengan iringan musik kendang, terompet (pencak), bende (Goong Pencak Silat), dan beberapa nyanyian lagu-lagu khas Sunda sebagai bahan untuk mencairkan susana.

Tak Sedikit, peserta CVI ini hanyut dalam suasana, ngibing (berjoget bersama) mengikuti irama musik yang disuguhkan.

Memukaunya Seni Tradisi Lais

Puncak pertunjukkan dalam CVI Jabar Ngahiji ini dengan disuguhkannya pertunjukan seni tradisi Lais.

Seni akrobatik tradisional ini dipertunjukkan dengan menggunakan seutas tali yang dibentangkan sekitar 10 meter.

BACA JUGA:  Tekan Penyebaran Covid-19, Satgas Gabungan Kabupaten Tasikmalaya Terjun Langsung ke Warga

Tali ini kemudian diikatkan kepada dua bilah bambu setinggi 15 meter.

Seni tradisi Lais ini menambah semarak suasana di area Geopark Galunggung.

Peserta pun terkagum kagum melihat atraksi demi atraksi yang dipertontonkan oleh Abah Maman dan kawan-kawan ini.

“Dengan seringnya dilibatkan dan ditampilkan dalam acara-acara seperti ini kesenian asli dari tanah Galunggung ini tetap lestari,” kata Abah Maman.

BACA JUGA:  1.754 Warga Divaksin COVID-19 di Mapolres Tasikmalaya Kota

Penulis: Andy Kusmayadi
Editor: D-AM

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles