Sabtu, 15 Agu 2020

Kesadaran Masyarakat Masih Jadi Kendala Pencapaian ODF di Sumedang

Baca Juga

Update Corona Garut: Ada Tambahan 5 Kasus Baru

GARUT, ruber.id - Ada tambahan 5 kasus COVID-19 baru di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jadi, total kasus sebanyak 3.486 hingga Rabu (27/5/2020)...

Tayang 3 Hari, Film Dua Garis Biru Habiskan Setengah Juta Tiket

  ruber -- Film Dua Garis Biru memberi warna tersendiri pada industri perfilman Indonesia. Tayang sejak 11 Juli 2019 lalu, tontonan arahan Gina S Noer tersebut...

Wanita asal Mangkubumi Tasikmalaya Tewas Tertutup Bantal di Kamar Hotel

TASIK KOTA, ruber -- Seorang wanita asal Kampung Babakan Bandung RT 003/013, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya ditemukan tewas di salah satu kamar...

Politisi PKS Ermi Triaji Terpilih Jadi Ketua Garbi Sumedang

SUMEDANG, ruber -- Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), yang digagas mantan Presiden PKS Anis Matta, kini melebarkan sayapnya di Kabupaten Sumedang. Hal tersebut...

SUMEDANG, ruber — Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan lingkungan, masih menjadi penghambat tercapainya open defecation free (ODF) di Kabupaten Sumedang.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang dr H Iwan Nugraha mengatakan, saat ini capaian ODF/tidak buang air besar (BAB) sembarangan di Sumedang baru 61%.

“Selain dari faktor kemiskinan dan keterbatasan sarana, pemahaman warga tentang kesehatan lingkungan juga masih rendah, itu menjadi PR besar,” ujarnya usai rapat kerja bersama Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumedang di Ruang Komisi III, Senin (7/1/2019).

Iwan menuturkan, meski baru mencapai 61%, capaian tersebut mampu menjadikan Sumedang sebagai kabupaten yang menduduki peringkat puncak ODF di Jawa Barat.

“Tapi kami ingin lebih baik lagi, karena idealnya sesuai target RPJMN 2019 harusnya 100%.”

“Dalam rapat tersebut kami membicarakan upaya optimalisasi kesehatan lingkungan terkhusus ODF, agar tak ada lagi masyarakat kita yang bab (buang air besar) sembarangan,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjut Iwan, pemerintah daerah harus bersungguh-sungguh menuntaskan masalah tersebut, dengan mengoptimalkan berbagai bantuan baik dari pemerintah provinsi maupun pusat, yang mana banyak terdapat banyak anggaran.

“Di Kementerian Kesehatan misalnya, ada dana insentif untuk stimulan kesehatan lingkungan,” ungkapnya. muhammad iqbal

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Ujang Endin Indrawan Sebut Pelaku UMKM dan IKM di Pangandaran Pejuang Perekonomian

PANGANDARAN, ruber.id - Bakal calon wakil bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan sebut pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri...