Wednesday, 8 Jul 2020

Keren Nih! Remaja Pecinta Musik asal Sumedang Kolaborasikan Musik Etnik dan Modern

Baca Juga

Setia Dukung Jokowi, Timsus 1901 Sumedang Hadiahi Warga Tomo dengan Cara Ini

SUMEDANG, ruber -- Sejumlah pendukung fanatik Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang sambut kedatangan Timsus 1901 di wilayah mereka. BACA JUGA: Panglima...

Tidur Nyenyak Saat Pelantikan, Foto Anggota DPRD dari Gerindra Ini Viral di Medsos

ruber.id -- Foto Anggota DPRD Kota Bekasi Periode 2019-2024 Ibnu Hajar Tanjung dari Partai Gerindra mendadak viral di media sosial. Hingga hari ini, Selasa...

Ratusan Pelajar Sumedang Ikuti Seleksi Persiapan Tim Popwilda

SUMEDANG, ruber -- Sebanyak 230 pelajar di Kabupaten Sumedang antusias mengikuti seleksi persiapan tim Popwilda di Lapang Sepak Bola Bancin di Desa Tanjungmekar, Sabtu...

Desa Ciliang Jadi Penerima Perdana Distribusi BPNT di Pangandaran

PANGANDARAN, ruber -- Warga Desa Ciliang, Kecamatan Parigi menjadi desa pertama menjadi penerima penerima perdana BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), di Kabupaten Pangandaran, Selasa...

SUMEDANG, ruber.id – Sejumlah remaja pecinta musik etnik di Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat serius menekuni musik kolabarasi etnik Sunda.

Genre ini terbilang sangat menarik untuk ditekuni usia remaja, karena memadukan alat musik tradisional dengan alat musik modern kekinian.

“Kami coba mengolaborasikan berbagai alat musik agar keterpaduan tradisional dan modernnya bisa menyatu.”

“Tapi unsur etniknya lebih mendominasi,” kata Pemimpin kelompok musik kolaborasi etnik Sunda Sukaratu, Muhammad Faishal Hidyatullah, Senin (28/6/2020).

Sebenarnya, jata Faisal, warna musik kolaborasi etnik Sunda sudah banyak dipentaskan oleh seniman-seniman lain di berbagai tempat.

Namun, kata Faisal, untuk mewadahi remaja berkreasi di warna musik tersebut perlu apresiasi lebih.

Karena, kata Faisal, mengajak remaja menggandrungi musik etnik meski dikaloborasi dinilai sangat sulit.

Karena, remaja pada umumnya banyak memilih genre musik yang lebih pop atau band.

“Tapi kelompok kami yang semuanya remaja justru lebih tertarik untuk memadukan atau mengolaborasikan ke warna musik etnik, ya musik Sunda ini,” kata mahasiswa Insititut Kesenian Jakarta (IKJ) ini.

Faisal berharap, dengan tiap berbedaan keahlian yang dimiliki anggota kelompoknya ini bisa menciptakan kreasi musik dan lagu yang berkualitas.

Dengan demikian, kata Faisal, dapat memperkaya khasanah seni di Sumedang.

Faisal menyadari, sangat sulit membentuk kelompok remaja seni yang menyeriusi warna musik etnik.

Sehingga, kata dia, ketika terbentuk kelompok musik etnik harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Kebetulan saja di desa kami banyak remaja yang bersekolah di kejuruan seni seperti di Karawitan SMKN 1 Sumedang.”

“Mahasiswa UPI dan sekolah lainnya. Jadi ketika kami membentuk kelompok ya langsung klik,” ujarnya.

Faisal juga berharap, kelompok musiknya bisa eksis dan berkreasi menyuguhkan nilai seni yang tinggi.

Sehingga, lanjut Faisal, mampu menciptakan SDM bidang seni yang berkualitas.

“Kami akan terus berlatih, kami ingin membawa musik kolaborasi etnik Sunda ini ke mancanegara. Tentunya, dengan inovasi dan kreasi kami,” katanya.

Faisal menambahkan, alat musik yang digunakan oleh kelompoknya antara lain kendang, gambang, kecapi, suling, goong, biola, keyboard, guitar, dan drum. (R003)

BACA JUGA: Seni Terebang dari Sumedang: Jadi Syiar Islam Sejak 1930-an, Kini di Ambang Kepunahan

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Kasus Bayi yang Dikubur di Indekos di Purworejo Terungkap, Ini Penjelasannya

PURWOREJO, ruber.id - Kasus penemuan mayat bayi yang dikubur di halaman belakang indekos di Kelurahan Sindurjan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Mei...

Kronologi Truk Batu Bara Masuk Jurang di Ciherang Sumedang

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Truk batu bara bernomor polisi D 9057 BA masuk jurang dan nyaris menimpa rumah di Jalan Raya Cirebon-...

BPBD Jawa Barat Kunjungi Kantor SAR Bandung, Ini yang Dibahas

SUMEDANG, ruber.id - Sebagai sesama instansi pemerintahan, Basarnas dan BPBD memiliki irisan dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kebencanaan.

Forsil RTRW Resmi Dikukuhkan, Siap Bersinergi dengan Pemerintah

TASIKMALAYA, ruber.id - Setelah dibentuk pada bulan April 2020 lalu, kepengurusan Forum Silaturahmi (Forsil) RTRW resmi dikukuhkan, Senin...

Vivo Rilis Flagship Teranyar, Peminat X50 dan X50 Pro Cukup Bayar DP Rp500.000

GADGET & TEKNO, ruber.id - Vivo segera meluncurkan ponsel flagship perdananya di Indonesia, yaitu Vivo X50 series. Smartphone flagship seri X dari Vivo...