GAYAIN  

Kecapi Suling Hadirkan Pengalaman Menginap yang Unik di Jatinangor National Golf

Unik di Jatinangor National Golf
Kecapi suling hadirkan pengalaman menginap yang unik di Jatinangor National Golf & Resort. Ist/ruber.id

NEWS, ruber.id – Jatinangor National Golf & Resort, di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, menghadirkan konsep berbeda dalam memberikan pengalaman menginap bagi para tamu.

Kini, hotel ini menampilkan pertunjukan seni tradisional Sunda berupa kecapi suling, yang dibawakan oleh seniman-seniman muda berbakat asal Kecamatan Jatinangor.

Alunan musik khas yang memadukan petikan kecapi dan tiupan suling bambu tersebut, dipentaskan selama tiga hari berturut-turut di area lobi.

Irama yang mengalun lembut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan suasana tenang dan reflektif bagi para tamu. Termasuk, wisatawan mancanegara yang ingin merasakan kekayaan budaya lokal.

Manajemen JNGR menjadikan kecapi suling sebagai salah satu daya tarik utama dalam pengalaman menginap.

Strategi jangka panjang dalam menghadirkan nilai lebih bagi tamu

Selain menikmati panorama alam yang indah, para tamu diajak untuk sejenak berhenti dari kesibukan dan menyatu dengan nuansa budaya Sunda yang kental.

Baca juga:  Atraksi Seni Budaya Warnai Milangkala ke-127 Desa Cijeler, Situraja Sumedang

General Manager Golf Club JNGR, Hadi Aji Subarkah menjelaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadirkan nilai lebih bagi tamu.

“Inisiatif ini, mencerminkan filosofi hospitality yang menekankan pengalaman, relevansi budaya, dan positioning jangka panjang.”

“Musik tradisional Sumedang menjadi simbol harmoni antara tradisi, spiritualitas, dan layanan berkelas,” ujarnya.

Sementara itu, Sri Handayani atau yang akrab disapa Teh Nci, menyoroti pentingnya ruang ekspresi bagi para seniman lokal.

Nci menyebut, selama ini ruang berkesenian di Jatinangor masih terbatas, sehingga kolaborasi dengan sektor perhotelan dan kuliner menjadi peluang besar.

Menurutnya, pertunjukan seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk menggerakkan ekonomi kreatif.

Baca juga:  Se'i Sultan, Olahan Daging Khas Kupang Pertama di Sumedang

“Kami berharap, tidak hanya hotel ini, tetapi juga restoran, kafe, dan berbagai tempat lain di Sumedang hingga Jawa Barat dapat memberikan ruang bagi seniman lokal untuk tampil,” ungkapnya.

Nci menambahkan, kolaborasi lintas sektor dapat mendorong wisatawan untuk lebih lama tinggal, menikmati kuliner khas, hingga membeli produk UMKM setempat.

Dengan demikian, seni tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga penggerak ekonomi daerah.

Seni tradisional perlu dikemas secara kreatif

Hal senada disampaikan Ketua Umum Paguyuban Seniman Budaya Sumedang (PSBS), Dede Suhendar.

Dede menegaskan, seni tradisional perlu dikemas secara kreatif dan dikolaborasikan dengan konsep modern agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Baca juga:  Motor Tiba-tiba Ngebul? Segera Cek Komponen Ini

“Kami ingin mengetahui respons dari pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas seni lainnya.”

“Sehingga ke depan, pertunjukkan seperti ini bisa terus berkembang dan tampil di berbagai ruang, tidak harus selalu di tempat besar,” katanya.

Dede optimistis, jika para seniman diberi ruang yang cukup, maka kesenian Sumedang akan semakin berkembang dan berwarna.

Dede pun mengajak, pelaku industri perhotelan dan restoran untuk membuka ruang kolaborasi.

Hal itu, demi mengangkat potensi budaya lokal ke panggung yang lebih luas.

Dengan langkah ini, Jatinangor National Golf & Resort tidak hanya menawarkan kenyamanan. Tetapi, menghadirkan pengalaman budaya autentik yang memperkaya setiap kunjungan ke Sumedang. ***