Kebakaran Ruko Kelontongan di Paseh Sumedang, 2 Orang Luka-luka

Kebakaran Ruko Kelontongan di Paseh Sumedang
Kebakaran ruko kelontongan di Paseh Sumedang, Senin malam. Ist/ruber.id

NEWS, ruber.id – Kebakaran melanda sebuah ruko kelontongan milik warga di Dusun Pasar Kemis RT 01/01, Desa Bongkok, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam insiden tersebut, dua orang mengalami luka bakar dan harus mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Paseh AKP Tedi Rusmiadi menjelaskan, ruko yang terbakar milik Tajil Anwar.

Selain menjual kebutuhan kelontongan, ruko tersebut juga menjual bahan bakar Pertamax secara eceran.

Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula ketika Saeful Hidayat (19), adik dari pemilik ruko, tengah menuangkan bahan bakar Pertamax dari jerigen ke dalam botol untuk dijual eceran.

Saat melakukan aktivitas tersebut, ia diduga sambil merokok. Sehingga, percikan api dari puntung rokok menyambar bahan bakar yang sedang dituangkan.

Baca juga:  Aksi Mulia Pak Baur NRKB Samsat Bantu Pemulung di Sumedang

“Api dengan cepat membesar karena menyambar bahan bakar yang mudah terbakar dan kemudian melalap ruko,” ujar Tedi.

Akibat kejadian tersebut, Tajil Anwar mengalami luka bakar serius hingga sekitar 90% pada bagian tubuhnya.

Sementara, Saeful Hidayat mengalami luka bakar sekitar 20%.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Selain itu, warga melaporkan peristiwa itu kepada pemerintah desa, kepolisian, serta petugas pemadam kebakaran.

Api dapat dipadamkan 30 menit pasca-kejadian

Sekitar pukul 20.30 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan berkat upaya bersama warga dan petugas dari Damkar UPT Conggeang.

Meski tidak sampai merambat ke bangunan lain, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.

Baca juga:  Meninggal di Angkot Setelah Ditolak Rumah Sakit, Pasien Negatif Corona Dimakamkan di Sumedang

Personel Polsek Paseh bersama jajaran Polres Sumedang melakukan evakuasi korban, membantu proses pemadaman api.

Selain itu, mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi.

Tim Inafis bersama Satreskrim juga, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kebakaran.

Pihak kepolisian mengimbau, masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan bahan bakar yang mudah terbakar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak merokok atau menyalakan api di dekat bahan bakar. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Tedi.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

Sementara, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif. ***