22.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Jelang Rakornas di Jakarta, Guru Honorer Diminta Kompak dan Fokus pada 3 Tuntutan Masalah Ini

GARUT, ruber.id – Pemerintah pusat diminta segera menyelesaikan tiga masalah utama yang dihadapi guru honorer.

Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi, Ma’mun Gunawan menyebutkan, tiga masalah strategis ini harus diusung pada Rakornas Guru Honorer Indonesia di Jakarta pada 20 Februari 2020, nanti.

Tiga masalah itu yakni, revisi UU ASN yang terkesan tidak berujung. Padahal, selalu dibahas dalam berbagai rapat legislasi di DPR RI.

“Dengan mandeknya revisi UU ASN ini, maka honorer usia di atas 35 tahun, tidak memiliki kesempatan menjadi PNS,” kata Ma’mun kepada ruber.id.

Permasalahan kedua, kata Ma’mun, yakni terkait kelulusan guru honorer Kategori 2 pada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2019.

BACA JUGA:  Lima Tersangka Pungli di Garut Terancam 9 Tahun Penjara
BACA JUGA:  Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Santolo Garut, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian

Di mana, kata Ma’mun, hingga saat ini belum jelas nasib pengangkatannya sebagai PPPK.

Kemudian masalah ketiga, kata Ma’mun, terbitnya Permendikbud Nomor 8/2020, yang membatasi pembayaran honor guru honorer hanya bagi yang memiliki NUPT dan belum bersertifikasi.

“Kenaikkan alokasi 50% dana BOS untuk honor pun jadi rancu ketika realisasi honorariumnya harus menyaratkan kepemilikan NUPTK,” ucap Ma’mun.

Ma’mun menjelaskan, guru honorer harus bersatu dan tidak boleh tersekat.

Apalagi sampai terpecah hanya karena kategori dan nonkategori, atau hanya karena usia di atas dan di bawah 35 tahun.

Semua guru honorer, kata Ma’mun, harus menjadikan tiga masalah ini sebagai agenda besar yang harus diselesaikan bersama.

BACA JUGA:  Astagfirullah, Kakek Renta di Garut Cabuli Pelajar Sekolah Dasar
BACA JUGA:  Kabar Baik, 6 Pasien Positif Corona di Garut Sembuh

“Tentu saja harus bereskalasi ke tingkat nasional, karena ketiga masalah ini kebijakannya ada di pemerintah pusat.”

“Oleh karenanya, perlu langkah konsolidasi yang massif dan nasional, yang melibatkan seluruh stakeholder organisasi profesi guru, terutama PGRI,” ujar Ma’mun.

Ma’mun menuturkan, PGRI adalah rumah besar dan rumah bersama seluruh guru.

Untuk, kata Ma’mun, PGRI Kabupaten Garut, secara resmi dan tertulis mendukung langkah yang ditempuh salah satu organisasi guru honorer.

Yang akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Guru Honorer Indonesia di Gelora Bung Karno Jakarta, pada 20 Februari 2020, nanti.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles