Friday, 3 Apr 2020

Jelang Rakornas di Jakarta, Guru Honorer Diminta Kompak dan Fokus pada 3 Tuntutan Masalah Ini

Baca Juga

Bukan Inkumben, Pasutri di Ciamis Bakal Bertarung di Pilkades Padamulya

CIAMIS, ruber.id - Dua pasangan suami istri (Pasutri) bakal bertarung di ajang Pilkades serentak tahun 2020 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kedua pasang pasutri tersebut...

Iklan Kambing Berhijab Viral, Rabbani Diberondong Kritikan

  ruber -- Iklan hijab merek Rabbani yang terpajang pada baliho bando di jalan Gerbang Tol (GT) exit Pasteur Bandung, viral. Pada bagian kiri tayangan iklan...

Kompaknya Karang Taruna Cipanas Hias Tembok Penahan Longsor dengan Warna Biru Persib

SUMEDANG, ruber – Kecintaan pada tim sepakbola Jawa Barat, Persib, telah menginspirasi Karang Taruna Tupas, Dusun Pangaroan, Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta Sumedang, untuk memperindah...

Suhu Udara di Bandung dan Sekitarnya Dingin Parah, Gila! Ini Penyebabnya

KOTA BANDUNG, ruber -- Dalam beberapa bulan terakhir suhu udara di Kota Bandung dan sekitarnya sangat dingin hingga mencapai 15 derajat celcius. Penurunan suhu udara...

GARUT, ruber.id – Pemerintah pusat diminta segera menyelesaikan tiga masalah utama yang dihadapi guru honorer.

Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi, Ma’mun Gunawan menyebutkan, tiga masalah strategis ini harus diusung pada Rakornas Guru Honorer Indonesia di Jakarta pada 20 Februari 2020, nanti.

Tiga masalah itu yakni, revisi UU ASN yang terkesan tidak berujung. Padahal, selalu dibahas dalam berbagai rapat legislasi di DPR RI.

“Dengan mandeknya revisi UU ASN ini, maka honorer usia di atas 35 tahun, tidak memiliki kesempatan menjadi PNS,” kata Ma’mun kepada ruber.id.

Permasalahan kedua, kata Ma’mun, yakni terkait kelulusan guru honorer Kategori 2 pada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2019.

Di mana, kata Ma’mun, hingga saat ini belum jelas nasib pengangkatannya sebagai PPPK.

Kemudian masalah ketiga, kata Ma’mun, terbitnya Permendikbud Nomor 8/2020, yang membatasi pembayaran honor guru honorer hanya bagi yang memiliki NUPT dan belum bersertifikasi.

“Kenaikkan alokasi 50% dana BOS untuk honor pun jadi rancu ketika realisasi honorariumnya harus menyaratkan kepemilikan NUPTK,” ucap Ma’mun.

Ma’mun menjelaskan, guru honorer harus bersatu dan tidak boleh tersekat.

Apalagi sampai terpecah hanya karena kategori dan nonkategori, atau hanya karena usia di atas dan di bawah 35 tahun.

Semua guru honorer, kata Ma’mun, harus menjadikan tiga masalah ini sebagai agenda besar yang harus diselesaikan bersama.

“Tentu saja harus bereskalasi ke tingkat nasional, karena ketiga masalah ini kebijakannya ada di pemerintah pusat.”

“Oleh karenanya, perlu langkah konsolidasi yang massif dan nasional, yang melibatkan seluruh stakeholder organisasi profesi guru, terutama PGRI,” ujar Ma’mun.

Ma’mun menuturkan, PGRI adalah rumah besar dan rumah bersama seluruh guru.

Untuk, kata Ma’mun, PGRI Kabupaten Garut, secara resmi dan tertulis mendukung langkah yang ditempuh salah satu organisasi guru honorer.

Yang akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Guru Honorer Indonesia di Gelora Bung Karno Jakarta, pada 20 Februari 2020, nanti.

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.