Sabtu, 26 Sep 2020

Jelang Pilkades Serentak, Bupati Pangandaran Minta Pjs Bukan dari Kalangan PNS

Baca Juga

Seni Terebang dari Sumedang: Jadi Syiar Islam Sejak 1930-an, Kini di Ambang Kepunahan

Syiarkan Islam melalui Salawat Nabi DARMARAJA, ruber.id - Seni Terebang merupakan satu dari sekian banyak kesenian asli Sumedang, Jawa...

Gempa Diiringi Kebakaran, Karyawan Labkesda dan Puskesmas Kota Kaler Panik

SUMEDANG, ruber -- Suasana panik melanda seluruh karyawan Labkesda dan Puskesmas Kota Kaler, Kabupaten Sumedang usai gempa disusul kebakaran terjadi, Ahad (11/3/2019). TONTON VIDEO LIPUTANNYA,...

Relawan PADI Korda Kota Banjar Gelar Nobar Debat Capres, Terbuka untuk Umum

BANJAR, ruber -- Relawan Prabowo - Sandiaga Uno (PADI) Korda Kota Banjar menggelar nonton bareng (nobar) debat calon presiden dan wakil presiden tahun 2019,...

PAD Sektor Perikanan 2018 Surplus, Nelayan Pangandaran Penyumbang Terbesar

PANGANDARAN, ruber -- Setelah mengalami penurunan kunjungan wisata pada akhir 2018, hingga target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tidak tercapai. Pendapatan Asli Daerah...

KEPALA Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani. dede/ruang berita

PANGANDARAN, ruber — Jelang Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meminta agar penunjukkan Penjabat sementara (Pjs) kepala desa bukan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Bupati Jeje mengatakan, keinginan tersebut muncul karena kurangnya tenaga ASN di lingkungan Pemkab.

“Kami sudah menyampaikan ke Pak Asisten Daerah I (Asda I) agar penunjukKan Pjs bukan dari ASN, itu pun kalau tidak bertentangan dengan Undang-undang,” katanya kepada ruber, Jumat (2/8/2019).

Saat ini, kata Jeje, di Pangandaran kekurangan banyak pegawai, terutama di tingkat kecamatan.

“Jika pelaksanaan Pilkades banyak pegawai kecamatan yang jadi Pjs nanti, susah juga,” ujarnya.

Apabila Undang-undang tetap harus ASN yang menjadi Pjs, kata Jeje, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kalau aturannya tidak boleh, ya apa boleh buat, kami ikuti,” terangnya.

Terpisan, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani menyampaikan, pihaknya akan melakukan kajian terkait usulan dari bupati ini.

“Dalam peraturan, Pjs kepala desa itu memang harus dari ASN. Hingga saat ini kami belum memilih desa yang akan dipimpin Pjs,” ucapnya.

Dani menyebutkan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu mengenai desa yang bakal dijabat Pjs dan Pelaksana tugas (Plt).

“Kalau Plt cukup sekretaris desa yang menggantikan, tiap desa memiliki jeda waktu yang berbeda soal jabatan kades.”

“Jadi kami belum bisa memastikan mana yang dijabat Plt dan mana yang dijabat Pjs,” sebutnya. dede ihsan

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Warga Darmaraja Meninggal Positif COVID-19, Total Kasus Kematian di Sumedang Jadi 5 Orang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Warga asal Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu dipastikan positif COVID-19.

Jeruk Lemon Sumedang Bisa Dikembangkan Layaknya Agrowisata Malang

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Jeruk Lemon yang ditanam di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dapat dikembangkan menjadi agrowisata layaknya di Malang,...

Mau Masuk Akmil TNI? Yuk Datang ke Kodim Sumedang, Gratis

BERITA SUMEDANG, ruber.id - Bagi muda-mudi di Kabupaten Sumedang yang ingin menjadi calon prajurit TNI, mulai dari calon Tamtama (Catam), Caba (Calon...

Febri Diansyah Pamit dari KPK

BERITA NASIONAL, ruber.id - Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah pamit dari lembaga rasuah tersebut.

Warga Purbaratu Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy

BERITA TASIKMALAYA, ruber.id - Kamaludin, 40, warga Kampung Pasir Jaya, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya ditemukan tewas di Sungai Citanduy, Jumat...