Sunday, 5 Apr 2020

Jangan Dicontoh! Pedagang Asongan Ini Pilih Gantung Diri karena Masalah Ekonomi

Baca Juga

Hari Terakhir Liburan, Taman Wisata Karang Resik Tasikmalaya Diserbu Pengunjung

TASIK KOTA, ruber -- Hari terakhir liburan sekolah, Taman Wisata Karang Resik diserbu pengunjung. Bukan hanya dari Jawa Barat, dari Jawa Tengah bahkan Jawa...

Besok, PTPS dan Saksi Peserta Pemilu 2019 di Pangandaran Dilantik

PANGANDARAN, ruber -- Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan saksi peserta Pemilu 2019 segera dilantik. Pelantikan akan dilakukan oleh Panwascam, Senin (25/3/2019) besok. Ketua Bawaslu Pangandaran...

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Ahok Dikabarkan Bakal Menikah dengan Bripda Puput Februari Mendatang, Ini Fakta Sebenarnya

ruber -- Usai bebas dari penjara tanggal 24 Januari nanti, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan akan menikah dengan Bripda Puput Nastiti Devi. BACA JUGA: Kecewa! Dijaga Ketat...

TANJUNGSARI, ruber.id – Devi Priyandi, 36, memilih jalan pintas untuk mengakhiri kesulitan ekonomi yang dialaminya selama ini.

Pedagang asongan ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah adik iparnya di Dusun Cibenda RT 03/01, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Devi sendiri, tercatat sebagai warga Dusun Cinenggang, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Jalan pintas yang dipilih Devi dengan mengakhiri hidupnya sendiri ini paling dimurkai Tuhan.

Dengan kata lain, apa yang dilakukan Devi ini jangan dicontoh.

Menurut keterangan warga sekitar, alasan Devi mengakhiri hidupnya ini karena faktor ekonomi.

“Ramai kabar di sini, dia bunuh diri karena faktor ekonomi,” ujar Asep, 38, warga sekitar.

Kejadian bunuh diri ini dibenarkan Polres Sumedang.

Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana melalui Kasubag Humas AKP Dedi Juhana mengatakan, Devi sudah tewas tergantung di rumah yang ditinggali bersama istri dan adik iparnya ini, Rabu siang sekitar jam 11.00 WIB.

Sebelum kejadian, sekitar jam 09.00 WIB korban pulang ke rumahnya di Tanjungsari. Kemudian istri dan adik iparnya pergi ke Posyandu.

Sepulangnya dari Posyadu istri dan adik iparnya ini kaget karena Devi sudah tewas tergantung di salah satu pintu kamar di rumah tersebut.

“Devi menggantung dirinya dengan tali rapia warna hitam dan resleting warna hijau muda,” ucap Dedi.

Dedi menyebutkan, setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh dr Ana Pratiwi dari Puskesmas Margajaya, tidak ditemukan indikasi tanda-tanda kekerasan.

“Mata midriassis (Tidak ada respon pada cahaya), lidah menjulur tergigit, dan terdapat bekas jeratan di leher,” ujar Dedi. (R003)

Baca berita lainnya: Polres Sumedang Ringkus Begal yang Rampas Motor di Jatinunggal

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Garut Positif Corona Jadi Dua, Pasien Pernah Kontak Langsung dengan 110 Orang

GARUT, ruber.id - Warga Garut, Jawa Barat positif terjangkit COVID-19 tambah satu. Jadi total warga Garut positif corona menjadi dua.

ODR di Sumedang Tembus 18.303, Positif Rapid Test COVID-19 Jadi 14 Orang

SUMEDANG, ruber.id - Hanya ada satu warga Sumedang, Jawa Barat yang terinfeksi virus corona hingga Sabtu (4/4/2020). Selain itu,...

Hasil Rapid Test 3 Praja Putri IPDN Positif Imunitas Lemah, Senin Dites Swab

JATINANGOR, ruber.id - Setelah hari kemarin, hasil rapid test COVID-19 untuk praja putri IPDN Jatinangor imunitas positif lemah, dua praja putri lainnya...

Peresmian RSUD Pandega Pangandaran via Teleconference

PANGANDARAN, ruber.id - Melalui teleconference, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmikan Gedung RSUD Pandega milik Pemkab Pangandaran, Sabtu (4/4/2020).

Perbatasan Sumedang Bandung di Jatinangor Dijaga Ketat Aparat Gabungan

JATINANGOR, ruber.id - Wilayah perbatasan Bandung - Sumedang di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dijaga ketat aparat gabungan. Jumat (3/4/2020)...