28.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Jadi Aplikasi Perpesanan Paling Digemari, Telegram Saingi WhatsApp

BERITA TEKNO, ruber.id – Tidak dipungkiri, aplikasi jejaring perpesan WhatsApp memang paling banyak digunakan saat ini.

Lebih dari 5 miliar orang telah mengunduhnya di PlayStore dengan 18 juta review.

Selain itu, peringkat bintang 4,2 menjadikan WhatsApp jauh lebih digemari dibandingkan dengan aplikasi serupa.

Namun baru-baru ini, pengguna Telegram mencuat tinggi.

Aplikasi perpesan buatan Pavel Durov itu kini telah diunduh 1 miliar orang. Akankah WhatsApp terancam?

Sebuah survei yang dilakukan oleh Sensor Tower menyebutkan jika WhatsApp sekarang masih tak terkalahkan, demikian seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (6/9/2021).

Selain dari jumlah pengunduh, fitur-fitur terbaru dari WA diprediksi membuat penggunanya semakin betah dan enggan beralih ke jejaring perpesan lainnya.

BACA JUGA:  Bisnis Startup di Indonesia Menjanjikan, Dilirik Banyak Pemodal Asing
BACA JUGA:  Vivo V21 5G, Hadirkan Kamera Selfie 44 MP

Sementara, perusahaan periset teknologi lainnya yakni Appotopia memperkirakan sekitar 500 juta orang di muka bumi ini menggunakan WhatsApp setiap hari.

Pencapaian ini jauh di atas Telegram yang hanya 36 juta orang saja.

Meski demikian, Appotopia juga memperingatkan jika WA bisa saja tersingkir.

Penyebabnya, pada Januari 2021 lalu, mereka meluncurkan syarat dan ketentuan privasi terbaru yang membuat banyak pengguna malas memakai WhatsApp.

Pengguna ini, lebih memilih untuk menggunakan jaringan perpesan pesaing WA seperti Telegram dan Signal.

Tak tanggung-tanggung, beberapa petinggi dunia diketahui menjadi pengguna baru Telegram.

Mereka adalah Presiden Brasil Jail Bolsonaro dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Elon Musk, CEO Tesla di Twitter pun menyerukan follower-nya untuk beralih ke Signal sebagai dampak kekesalannya pada peraturan baru WhatsApp.

BACA JUGA:  Infinix Siapkan Gadget Teranyar, Ini Bocorannya
BACA JUGA:  WhatsApp Rilis Dark Mode, Begini Cara Mengaktifkannya

Durov mengatakan jika masifnya perpindahan dari WA ke Telegram adalah sejarah baru di aplikasi perpesan miliknya itu.

“Kita mungkin menyaksikan migrasi digital terbesar dalam sejarah manusia,” ungkapnya.

Alih-alih mengancam jumlah pengguna WhatsApp, aturan baru privasi tersebut ternyata banyak juga diterima oleh penggunanya.

WA tidak benar-benar terancam. Ini semua karena infrastruktur sosial melalui WhatsApp sudah tercipta lebih dari satu dekade oleh miliaran orang.

Sehingga, tak semudah itu membuat mereka bermigrasi ke jaringan perpesan baru.

Ibarat kamu sudah nyaman membaca ruber.id, tak semudah itu kamu akan pindah ke situs lain, kan?

Penulis: Ardini Maharani DS
Editor: Bam

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles