19.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Idul Adha 1442 Hijriah, Warga Sumedang Dilarang Menonton Penyembelihan Hewan Kurban

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Pada momen Idul Adha 1442 Hijriah, tahun ini. Warga Kabupaten Sumedang dilarang menonton proses penyembelihan hewan kurban, tahun 2021 ini. Jika memaksa dan terdapat kerumunan, Satgas Covid-19 Kabupaten Sumedang akan menindak tegas, dengan membubarkannya.

Larangan menonton penyembelihan hewan kurban ini, diberlakukan sebagai upaya Pemkab Sumedang melindungi warga dari terpapar Covid-19. Sekaligus mencegah munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 dari momen Lebaran Haji, kali ini.

“Kami akan menindak dengan membubarkan warga yang menonton penyembelihan hewan kurban,” kata Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir. Usai melepas kendaraan distribusi Bansos di IPP Sumedang, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA:  SPC Online Paragliding Festival 2021, Tak Diikuti Atlet Paralayang Asing

Dony menyebutkan, pihaknya juga telah meminta agar waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Tidak dilaksanakan serentak pada hari H Lebaran Haji. Tetapi, diatur waktunya hingga empat hari.

BACA JUGA:  Crosshijaber Meresahkan, ICMI Sumedang Ajak Orangtua Waspada

“Kami sarankan juga, agar tidak menimbulkan kerumunan. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan (RPH) di wilayah masing-masing,” ucap Dony.

Warga Sumedang Salat Idul Adha di Rumah Saja

Dony menjelaskan, pada momen Idul Adha 1442 Hijriah di masa PPKM Darurat ini, Pemkab Sumedang juga meminta warga untuk melaksanakan salat Ied di rumah masing-masing.

“Takbir keliling kami larang. Salat Idul Adha boleh dilaksanakan tapi di rumah saja,” jelas Dony.

BACA JUGA:  Warga Terdampak Tol Cisumdawu di Licin Ngadu ke Wabup Sumedang

Dony menyatakan, berbagai aturan lainnya seperti peraturan PPKM Darurat, surat edaran Menteri Agama dan peraturan di tingkat kabupaten akan dilaksanakan secara tegas.

“Regulasi yang mengatur terkait pelaksanaan ibadah Idul Adha di masa Pandemi ini telah kami sampaikan untuk dilaksanakan sesuai aturan. Sehingga, tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” sebut Dony. (R003)

BACA JUGA:  Bayi Laki-laki Ditemukan di Proyek Tol Cisumdawu Sumedang

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles