oleh

Honorer K2 Pangandaran Tidak Semuanya Bisa Ikut P3K, Ini Alasannya

ilustrasi/net

PANGANDARAN, ruber — Honorer Kategori 2 (HK2) di Kabupaten Pangandaran tidak seluruhnya memiliki kesempatan untuk mengikuti pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

BACA JUGA: Ratusan Pelajar Pangandaran Antusias Ikuti Sosialisasi Penerimaan Prajurit TNI AL

Penyebabnya, berbagai faktor. Di antaranya, tidak memenuhi kualifikasi pendidikan.

Koordinator HK2 Pangandaran Kusmayadi mengatakan, jumlah HK2 di Kabupaten Pangandaran saat ini tercatat 458 orang.

“Dari 458 HK2 tersebut tidak semua berhak mengikuti pendaftaran tahapan seleksi P3K,” kata Kusmayadi kepada ruber, Senin (18/2/2019).

Kusmayadi menambahkan, pihak BKN telah mengirim daftar nama ke tiap daerah HK2 yang memiliki hak untuk mengikuti pendaftaran P3K.

“Daftaran nama HK2 yang berhak ikut mendaftar tahapan P3K di Pangandaran ada 169 orang,” tambahnya.

Kusmayadi menjelaskan, banyak HK2 yang latar belakang pendidikannya tidak memenuhi syarat.

Berdasarkan ketentuan, yang berhak ikut daftar P3K di antaranya latar belakang pendidikan untuk guru minimal harus S1.

Kemudian, tenaga kesehatan D3, dan untuk Penyuluh Pertanian S1/D3/SMK rumpun pertanian.

“Berdasarkan daftar dari BKN yang diterima oleh BKPSDM Pangandaran, dari tiga formasi P3K tersebut tidak semuanya muncul,” jelasnya.

Kusmayadi menerangkan, besar kemungkinan, data HK2 di Pangandaran saat ini masih data dari Kabupaten Ciamis yang mengikuti tes HK2 tahun 2013.

Terpisah, Kepala Subbidang Pengadaan dan Pemberhentian BKPSDM Kabupaten Pangandaran Haris Nor Rojat membenarkan hal tersebut.

“Total keseluruhan HK2 yang bisa ikut P3K ada 169 orang,” kata Haris.

Haris menjelaskan, 169 orang tersebut di antaranya guru 147 orang, penyuluh pertanian 22 orang.

Haris menjelaskan, setelah diverifikasi, jumlah HK2 yang tercatat di Kabupaten Pangandaran ada 397 orang. red

loading…


loading...

Komentar