Minggu, 20 Sep 2020

Harga Jual Ayam Terus Merosot, Peternak Ayam Minta Diperhatikan Pemkab Sumedang

Baca Juga

Wujudkan Sumedang Simpati, Bupati Dony Ingatkan Pentingnya Sinergitas

SUMEDANG, ruber - Pemkab Sumedang melalui Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Sumedang kembali menggelar kegiatan koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan pemerintah daerah di seluruh kecamatan. Kegiatan...

Aktor Dear Nathan, Jefri Nichol Ditangkap Polisi karena Narkoba, Ini Perjalanan Kariernya

ruber -- Aktor muda yang membintangi film Dear Nathan, Jefri Nichol ditangkap Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan dalam kasus narkotika. Dilansir dari laman cnnindonesia.com, dia ditangkap di kawasan Jakarta...

Banyaknya Warga yang Bekerja di Luar Pangandaran Pengaruhi Angka Golput Pemilu

PANGANDARAN, ruber -- Banyaknya warga Pangandaran yang bekerja di luar daerah sangat berpengaruh terhadap angka golput atau tidak menyalurkan hak pilih di setiap pemilu. BACA...

Cegah Corona, Suhu Tubuh Penumpang Angkutan Umum di Garut Diperiksa

GARUT, ruber.id - Forkopimda Garut, Jawa Barat melakukan pengecekan suhu tubuh warga yang menjadi penumpang angkutan umum di Jalan Lingkar Kadungora, Minggu...

PETERNAK ayam di Mekar Rahayu, Sumedang Selatan sedang memberi pakan. ist/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Sejumlah peternak ayam di Kabupaten Sumedang mengeluh dengan harga jual yang tidak stabil.

BACA JUGA: Warga Sumedang Utara Panik Diterjang Angin Puting Beliung saat Hujan Lebat dan Petir Menyambar

Salah satunya peternak ayam dari Kampung Cibiuk RT02/10, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Junaedi, 40, dan Parjito, 58.

Junaedi menuturkan, kondisi harga jual ayam miliknya sudah tiga bulan ini kian merosot.

Yang sebelumnya rata-rata di harga Rp20.000/Kg, saat ini terjun bebas hingga mencapai Rp15.000/Kg.

“Sudah tiga bulan menurun terus, kemarin-kemarin masih mending,” ujarnya kepada ruber, Senin (25/2/2019).

Dengan harga tersebut, bukan untung yang didapat oleh para peternak di Kampung Cibiuk, melainkan rugi dikarenakan tidak menutupi biaya oprasional.

“Boro-boro menutupi biaya oprasional, justru malah minim bahkan sempat juga sampai nombok,” keluhnya.

Sementara itu, di lokasi tak jauh dari kandangnya, peternak ayam lainnya Parjito mengeluhkan hal yang sama.

Bahkan, dalam masa panen saat ini dirinya memilih tidak panen dikarenakan menunggu harga kembali stabil.

“Untuk sekarang saya belum DO atau manggung, karena menunggu harga stabil saja. Apalagi sekarang kami menggunakan blower, sehingga penggunaan listriknya agak beda,” paparnya.

Oleh sebab itu, Parjito berharap agar pemerintah daerah dapat segera membantu dan memberikan solusi demi kesejahteraan para peternak ayam di Sumedang.

“Saya berharap pemerintah melalui instansi terkait bisa memperhatikan dan memberikan solusi kepada kami. Itu juga demi kesejahteraan para peternak ayam yang ada di Sumedang,” tuturnya. bay

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Pembangunan Gedung Pramuka di Pangandaran Dianggarkan Rp4 Miliar

PANGANDARAN, ruber.id - Anggaran untuk pembangunan Gedung Pramuka di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat senilai Rp4 miliar. Bupati Pangandaran Jeje...

Sumedang Perketat Pengawasan Seiring Meningkatnya Kasus COVID-19

SUMEDANG, ruber.id - Seiring meningkatnya kasus virus corona, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Sumedang akan lebih meningkatkan pengawasan.

Dua Rumah di Pamulihan Sumedang Ludes Terbakar

SUMEDANG, ruber.id - Dua rumah panggung di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang ludes terbakar, Sabtu (19/9/2020) malam sekitar jam 20.15 WIB.

Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Positif COVID-19

NASIONAL, ruber.id - Ratu Dangdut  Elvy Sukaesih positif COVID-19 dan dikabarkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Putri Umi Elvy yaitu...

BJB Pangandaran Ngadigi, Digitalkan Sejumlah Objek Wisata

PANGANDARAN, ruber.id - Bank BJB bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dalam pengaplikasian QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.