23.4 C
Indonesia
Kamis, September 23, 2021
spot_img

Fakta Kopi Cleng: Bukannya Bikin Kuat, Malah Bikin Peminumnya Sekarat dan Nyaris Tamat

POLRES Sumedang, BPOM Bandung, dan Dinkes Sumedang saat sidak toko jamu, Rabu (18/9/2019) pekan lalu. luvi/ruang berita

Fakta Kopi Cleng: Bukannya Bikin Kuat, Malah Bikin Peminumnya Sekarat dan Nyaris Tamat

SUMEDANG, ruber.id — Beredarnya kopi penambah stamina pria, bermerek Kopi Cleng dan Kopi Jantan sempat bikin heboh warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Ternyata, Kopi Cleng yang beredar di wilayah Kota Tahu ini merupakan produk yang telah lama dilarang beredar oleh BPOM Bandung.

BACA JUGA: Meminum Kopi Jantan Malah Masuk RSUD Sumedang, Dinkes Akan Sidak Toko Jamu

Sehingga dipastikan, peredaran dua merek kopi tersebut di wilayah Kabupaten Sumedang adalah ilegal.

BPOM Bandung pun memastikan bahwa semua izin yang tercantum dalam kemasan kopi yang membuat belasan warga Sumedang keracunan hingga sekarat dan nyaris tamat ini pun dipalsukan.

BACA JUGA:  Riwayat Pasien Positif Corona asal Darmaraja Sumedang
BACA JUGA:  Lagi Apes! 2 Pencuri Pompa Air di Situraja Diringkus Polres Sumedang

Begitu mengetahui adanya belasan warga Sumedang yang mengalami keracunan paskameminum kopi maut ini, BPOM Bandung bersama Polres Sumedang dan Dinkes Sumedang langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

Sidak dilakukan dengan tujuan menarik peredarannya, ke sejumlah toko jamu di wilayah Sumedang kota, Rabu (18/9/2019) pekan lalu.

Staf Bagian Seksi Inspeksi BPOM Bandung Wenni menyatakan, dua merek kopi ini yang beredar di Kota Tahu ini merupakan produk ilegal.

Bahkan, kata dia, BPOM Bandung telah melarang peredarannya sejak tahun 2011, lalu.

“Kopi ini kami pastikan ilegal. Semua izinnya dipalsukan. Karena ilegal, jelas ini berbahaya jika dikonsumsi,” sebutnya usai Sidak.

Diduga, kata dia, kopi ilegal bermerk cleng dan jantan yang telah meracuni belasan warga di Kabupaten Sumedang ini mengandung sildenafil dan tadalafil.

BACA JUGA:  Terapkan Pola Disiplin dan Kemandirian Sejak Dini, Siswa SSB Basis Sukamukti Giat Berlatih

Kandungan ini, kata dia, sangat berbahaya karena dapat merusak sistem saraf pusat hingga dapat berakibat kematian, jika dikonsumi secara rutin.

“Diduga mengandul sildenafil dan tadafil. Ini berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf pusat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Terapkan Pola Disiplin dan Kemandirian Sejak Dini, Siswa SSB Basis Sukamukti Giat Berlatih

Oleh sebab itu, dia mengimbau warga lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih produk.

“Harus dipastikan dulu keaslian produknya. Untuk mengecek izin produksi dan keaslian produk, bisa mengakses situs resmi kami, BPOM,” ujarnya.

Sementara, Kasatnarkoba Polres Sumedang AKP Idan Wahyudin mengatakan, dari hasil sidak ini, pihaknya tidak lagi menemukan peredaran produk Kopi Cleng dan Kopi Jantan ini.

“Hasil sidak hari ini, kami tidak lagi menemukan produk Kopi Cleng. Jika ditemukan, akan kami sita. Kami juga akan terus melakukan sidak hingga tidak ada lagi produk Kopi Cleng di pasaran,” ucapnya.

BACA JUGA:  Sejarah Panjang Perjalanan Bus Medal Sekarwangi, Eksis Berkat Fanatisme Penumpang Sumedang

Idan mengungkapkan, hasil penelusuran Polres Sumedang, Dinkes Sumedang dan BPOM Bandung, dua jenis produk kopi penambah kejantanan pria ini beredar di wilayah Sumedang via salesman.

Sales, kata dia, menjualnya secara langsung kepada sejumlah toko jamu di wilayah Sumedang.

“Identitas sales-nya tidak diketahui. Pedagang menerima produk kopi cleng ini dari sales langsung. Produk ini ilegal, dan izin dalam kemasannya dipastikan dipalsukan,” terangnya. luvi

————-

BACA BERITA LAINNYA: Kopi Cleng Dijual Bebas di Sumedang via Salesman: Ilegal, Izin Dipalsukan Hingga Racuni Belasan Warga

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles