20.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

Dukungan Pemerintah Untuk Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi

Bandung, Ruber.id – Pemerintah terus melakukan pemulihan UMKM di tengah pandemi Covid-19 Indonesia. Hal ini karena UKM (Usaha Kecil Menengah) punya peranan penting untuk ekonomi Indonesia.

Salah satu kendala dalam sebagian besar UKM di Indonesia masih melakukan bisnisnya secara offline. Dari sekitar 13 juta UKM yang ada di Indonesia, hanya 13%  daja yang sudah mengadopsi digitalisasi.

Smentara itu jika Anda ingin mengetahui yang sudah dan harus dilakukan oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dibahas melalui webinar yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen (MBS) ITB. Dimana acara ini bekerjasama dengan Alika Communication bertajuk ‘Pemulihan Ekonomi Sektor UMKM Nasional’.

Webinar dihadiri oleh para ahli dari berbagai latar belakang. Susiwijono Meogiarso (Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Slamet Edy Purnomo (Deputi Komisioner Perbankan III OJK), Erman Sumirat (Dosen MBA ITB), Bhima Yudhistria (Ekonom INDEF), dan Yoshua Tanu (CEO & Pendiri Jago Coffee). 

BACA JUGA:  Sumedang Zero Corona, Warga Diminta Tetap Waspada karena ODR Masih Tinggi
BACA JUGA:  Sembuh Satu, Nambah 2, Warga Sumedang Positif Corona Jadi Lima

Susiwijono Meogiarso menjelaskan dukungan pemerintah terhadap UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.Pemerintah telah membuat anggara RP 699,43 triluin pada 2021 dan RP200 triliun nya untuk UMKM.

Beberapa program utama dalam pemulihan untuk UMKM seperti subsidi bunga, bantuan produktif bagi usaha mikro, dan penjaminan terkait penempatan dana restrukturisasi kredit perbankan bagi UMKM.

Deputi Komisioner Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo, juga mengusulkan tiga hal yang bisa dimanfaatkan pemerintah dalam mengembangkan sektor UMKM di Indonesia. Pertama, pemerintah dapat memperluas definisi UMKM dengan menambah fasilitas / plafon dan klasifikasi UMKM, kemudian mendorong pengembangan produk UMKM di masing-masing bank umum di Indonesia dan terakhir melanjutkan program kebijakan subsidi bunga kredit & penjaminan dan program inkubasi.

BACA JUGA:  Mahasiswa MBA ITB Kaji Faktor Penentu Pertumbuhan Industri Biodiesel di Indonesia
BACA JUGA:  Presiden Napoli Dipastikan Positif Covid-19

Peran akademisi Terhadap Pemulihan UMKM

Dari sisi akademik, Erman Sumirat menyampaikan bahwa kampus juga berperan penting dalam membantu UMKM di Indonesia. Keterlibatan kampus harus seperti kolaborator, fasilitator, komunikator, inventor, Science techno part, perancangan platform & digitalisasi, dan pendampingan UMKM.

Lebih lanjut, Ekonom INDEF Bhima Yudhistira memberikan rekomendasinya dari segi fiskal dan moneter untuk membantu pemulihan UMKM, seperti pemerintah dapat memperbesar bantuan modal kerja UMKM dan mendorong meningkatkan platform sekuritas crowdfunding (SCF). Kemudian dari sisi UMKM, Yoshua Tanu (CEO & Founder Jago Coffee) merasa perlu untuk memajukan UKM di Indonesia salah satunya dengan memanfaatkan digitalisasi. 

Webinar ini ditutup oleh Subiakto Sukarno, Dosen SBM ITB yang menegaskan bahwa kita perlu membantu UMKM karena kontribusi besarnya terhadap perekonomian Indonesia.

BACA JUGA:  Warga Cisitu dan Paseh Sembuh dari Corona, Sumedang Nol Kasus COVID-19

Pemerintah terus mendukung untuk pemulihan UMKM di tengah Pandemi Covid-19 dengan berbagai cara. Hal ini guna meningkatkan kondisi ekonomi Indonseia yang sedang drop. (CW-005 Putra).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles