DPRD Pangandaran Usung Konsep Hybrid untuk Event Pariwisata

dprd pangandaran
KETUA DPRD Pangandaran Asep Noordin. dede/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengusung konsep hybrid untuk melangsungkan event pada sektor pariwisata di tahun 2021.

Hybrid event merupakan suatu istilah untuk mengungkapkan konsep acara, yang menggabungkan antara pertemuan online dan pertemuan offline. Konsep baru itu disusun untuk menyiasati kondisi pandemi Covid-19.

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin mengatakan, konsep hybrid event rencananya akan diimplementasikan saat dibukanya kembali destinasi wisata di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

“Konsep hybrid diprediksi masih akan jadi tren di tahun 2021. Bahkan, konsep ini juga akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Rencana penerapan konsep ini bagian dari ikhtiar kami dalam menghidupkan pariwisata di masa pandemi,” kata Asep, Rabu (25/8/2021).

Baca juga:  Larungan Agung di Pantai Pangandaran yang Dibubarkan, Begini Penjelasan Panitia

Konsep tersebut akan memberikan pengalaman berbeda. Ketika acara berlangsung, tetap dapat dihadiri oleh peserta offline dengan kapasitas tertentu. Pada saat live streaming, peserta online juga dapat melihat ambience dan seluruh peserta offline yang hadir pada acara tersebut.

“Ini sebuah inovasi yang patut diaplikasikan untuk melangsungkan event demi kemajuan pariwisata, tanpa mengesampingkan prokes. Kami juga tetap akan menerapkan dengan mematuhi konsep event yang telah tercantum dalam panduan pelaksanaan event,” ujarnya.

Adapun panduan pelaksanaan event yang tercantum itu yakni, dengan melaksanakan cleanliness, health, safety, and environment sustainability atau CHSE yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Bagaimanapun juga pandemi ini menjadi sebuah tantangan bagi kita supaya bisa berinovasi. Event seperti itu akan menjadi role model, maka harus dibikin semenarik mungkin dan model ini harus diterapkan,” tuturnya.

Baca juga:  Waduh, Guru ASN di Pangandaran Berpoligami Tanpa Surat Izin Bupati

Asep menyebutkan, promosi pariwisata Pangandaran pun harus digencarkan kembali setelah sekian lama mengalami keterpurukan. Tentunya dengan melaksanakan berbagai event di samping dengan cara-cara lain.

“Kami berharap gagasan ini bisa direalisasikan dan didukung oleh semua kalangan. Namanya ikhtiar di masa serba sulit tentunya harus berinovasi semenarik mungkin,” sebutnya. (R002)