Sabtu, 8 Agu 2020

Disdik Sumedang: Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, Jangan Malah Membatasi Kreativitas Pelajar

Baca Juga

Tiga Megaproyek Kota Banjar Dikritisi, Dinas PUPRPKP: Anggaran Berkembang Sesuai Kondisi

BANJAR, ruber – Sekjen FRDB Yani S. Permana membeberkan temuan perencanaan yang diduga tidak beres dalam pembangunan tiga megaproyek di Kota Banjar. Tiga proyek bernilai...

Viral, Babi Hutan Masuk Pemukiman Warga Purwaharja Kota Banjar

Viral, Babi Hutan Masuk Pemukiman Warga Purwaharja Kota Banjar KOTA BANJAR, ruber.id -- Diduga susah makanan akibat dampak kemarau panjang, seekor babi hutan turun ke...

Nelayan Pangandaran Akan Gelar Tradisi Hajat Laut Masyarakat Basisir

Nelayan Pangandaran Akan Gelar Tradisi Hajat Laut Masyarakat Basisir PANGANDARAN, ruber.id -- Nelayan Pantai Pangandaran akan menggelar tradisi hajat laut masyarakat basisir Kabupaten Pangandaran. Hajat laut...

Praktik Nyata di Bidang BUMN, SMK Al Muawanah Hadirkan Bank Mini

Praktik Nyata di Bidang BUMN, SMK Al Muawanah Hadirkan Bank Mini TASIKMALAYA, ruber.id -- Untuk melatih siswanya di bidang BUMN secara langsung, SMK Al Muawanah...

JATINANGOR, ruber.id – Tragedi susur sungai SMPN 1 Turi yang menewaskan 10 orang siswa, jangan malah membatasi kreativitas pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Agus Wahidin menyebutkan, musibah susur sungai yang terjadi Sleman, Yogyakarta ini akan jadi pelajaran bagi Dinas Pendidikan Sumedang, Jawa Barat.

Disdik Sumedang, kata Agus, meminta tiap sekolah di Sumedang untuk melakukan mitigasi ketika akan melakukan aktivitas belajar mengajar di alam terbuka.

Tapi, kata Agus, jangan sampai adanya kejadian di Sleman ini malah membatasi kreativitas pelajar.

“Kami tidak melarang guru atau pihak sekolah untuk melakukan aktivitas belajar mengajar di luar kelas.”

“Tidak boleh itu melarang kreativitas. Jadi, guru juga jangan takut untuk kreatif dan mendorong anak-anaknya berkembang. Melarang kreativitas di sekolah itu tidak boleh, bahaya,” katanya di Jatinangor, Rabu (27/2/2020).

Yang terpenting, kata Agus, jika akan melakukan aktivitas KBM di luar kelas atau di alam terbuka.

Maka, yang perlu diperhatikan guru atau pihak sekolah yaitu mitigasi resiko.

“Lakukan mitigasi resiko terlebih dahulu. Kalkulasi secara baik resiko yang akan terjadi jika melakukan aktivitas belajar di luar kelas,” ucapnya.

Jadi, kata Agus, musibah yang menimpa guru dan para pelajarnya di SMPN 1 Turi jangan malah menghambat guru untuk mengembangkan kreativitas anak didik.

“Para pelajar di Sumedang harus tetap mendapatkan kesempatan yang cukup, untuk mengekspresikan dirinya,” sebutnya. (R003)

Baca berita lainnya: Semarak Festival Kabaret se Jawa Barat bersama Sanggar Teater Sebelas April

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini, 9 Warga Garut Positif Corona

GARUT, ruber.id - Gawat, ada penambahan 9 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat terkonfirmasi positif corona, Jumat (7/8/2020). Humas Gugus...

Sopir Truk Kabur Setelah Seruduk 3 Motor di Jatinangor Sumedang, 1 Tewas dan Tiga Luka-luka

JATINANGOR, ruber.id - Truk tangki seruduk 3 sepeda motor di Jalan Raya Bandung-Garut, di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (7/8/2020)...

BPJamsostek Raih Predikat WTM Untuk Laporan Keuangan dan Pengelolaan Program Tahun 2019

JAKARTA, ruber.id - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK diberi amanah untuk mengelola empat program Dana Jaminan Sosial (DJS). Yaitu Jaminan...

Insentif Guru Honorer di Pangandaran Sudah Dicairkan Rp1.9 Miliar

PANGANDARAN, ruber.id - Insentif guru honorer di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sudah dicairkan, anggarannya sekitar Rp1.9 miliar. Sebelumnya, honor...

Sulit Sinyal, Pelajar di Banjarnegara Belajar Daring di Kuburan

BANJARNEGARA, ruber.id - Sulit sinyal, pelajar tingkat SMP di Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah belajar di kuburan.