Friday, 3 Apr 2020

Disdik Sumedang: Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, Jangan Malah Membatasi Kreativitas Pelajar

Baca Juga

Korsleting, Ruang Kelas SDN Gadung Sumedang Ludes Terbakar

SUMEDANG, ruber -- Satu ruang kelas SDN Gadung, di Dusun Babakan Gunung Gadung RT 04/10, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ludes terbakar,...

Keji! 2 Pemuda di Kota Tasik Sekap dan Perkosa Remaja Putri 15 Tahun

TASIK KOTA, ruber -- Keji! Ulah dua pemuda EI, 20; dan RA, 17, yang menyekap dan memerkosa remaja putri umur 15 tahun ini Kota...

Pulang dari Jakarta, Satu Warga Garut Positif Corona

GARUT, ruber.id - Pemkab Garut, Jawa Barat merilis satu warganya terpapar positif virus corona. Dia terpapar di Jakarta. Kabar...

Sejak Corona Merebak, Omset Pengusaha Cuci Mobil di Sumedang Turun Drastis

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Di tengah wabah corona atau COVID-19, sejumlah tempat usaha cuci mobil di wilayah Sumedang, Jawa Barat tetap buka.

JATINANGOR, ruber.id – Tragedi susur sungai SMPN 1 Turi yang menewaskan 10 orang siswa, jangan malah membatasi kreativitas pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Agus Wahidin menyebutkan, musibah susur sungai yang terjadi Sleman, Yogyakarta ini akan jadi pelajaran bagi Dinas Pendidikan Sumedang, Jawa Barat.

Disdik Sumedang, kata Agus, meminta tiap sekolah di Sumedang untuk melakukan mitigasi ketika akan melakukan aktivitas belajar mengajar di alam terbuka.

Tapi, kata Agus, jangan sampai adanya kejadian di Sleman ini malah membatasi kreativitas pelajar.

“Kami tidak melarang guru atau pihak sekolah untuk melakukan aktivitas belajar mengajar di luar kelas.”

“Tidak boleh itu melarang kreativitas. Jadi, guru juga jangan takut untuk kreatif dan mendorong anak-anaknya berkembang. Melarang kreativitas di sekolah itu tidak boleh, bahaya,” katanya di Jatinangor, Rabu (27/2/2020).

Yang terpenting, kata Agus, jika akan melakukan aktivitas KBM di luar kelas atau di alam terbuka.

Maka, yang perlu diperhatikan guru atau pihak sekolah yaitu mitigasi resiko.

“Lakukan mitigasi resiko terlebih dahulu. Kalkulasi secara baik resiko yang akan terjadi jika melakukan aktivitas belajar di luar kelas,” ucapnya.

Jadi, kata Agus, musibah yang menimpa guru dan para pelajarnya di SMPN 1 Turi jangan malah menghambat guru untuk mengembangkan kreativitas anak didik.

“Para pelajar di Sumedang harus tetap mendapatkan kesempatan yang cukup, untuk mengekspresikan dirinya,” sebutnya. (R003)

Baca berita lainnya: Semarak Festival Kabaret se Jawa Barat bersama Sanggar Teater Sebelas April

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.