NEWS, ruber.id – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, membuka kegiatan Sinergi Lintas Jenjang Peran MGMP, KKG, dan IGTKI dalam Transformasi Pendidikan Sumedang yang digelar di Aula Tampomas Setda Sumedang, Rabu (25/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan forum strategis yang akan menentukan arah dan masa depan Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau terbatas pada kurikulum semata, melainkan menjadi fondasi peradaban.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Para pendidik, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, menanamkan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai kepada anak-anak kita.
“Hasilnya mungkin baru akan kita panen 10 hingga 20 tahun ke depan. Itulah arti penting sebuah transformasi,” ujarnya.
Bupati menekankan, transformasi pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa transformasi para guru sebagai aktor utama di dalamnya.
Ia mendorong para pendidik untuk memiliki growth mindset, terbuka terhadap perubahan, serta senantiasa berinovasi dalam metode pembelajaran.
“Perubahan memang tidak selalu mudah, tetapi guru harus siap bertransformasi. Guru harus menyukai hal-hal baru dan terus mengembangkan diri,” tegasnya.
Perkembangan teknologi informasi
Ia juga menyoroti perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Terutama, dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kondisi tersebut, menurutnya, turut mengubah ekspektasi peserta didik terhadap proses belajar-mengajar.
“Sering kali murid justru lebih cepat menerima informasi dibandingkan gurunya karena mereka hidup dalam ekosistem digital.”
“Oleh karena itu, dunia pendidikan pun harus ikut bertransformasi agar tetap relevan,” tuturnya.
Dony mengajak, MGMP, KKG, dan IGTKI untuk memperkuat sinergi lintas jenjang guna menyamakan visi, persepsi, gerak, dan langkah.
Ia menilai kolaborasi yang terintegrasi menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
“Yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi, kini saatnya disatukan.”
“Memang tidak mudah untuk mengoordinasikannya, tetapi harus terus diupayakan. MGMP, misalnya, merupakan ruang intelektual bagi guru mata pelajaran untuk melahirkan ide, gagasan, dan formulasi perubahan,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar perubahan administratif. Melainkan, perubahan pola pikir dan cara mendidik.
Pemanfaatan teknologi informasi, tambahnya, menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong terwujudnya pendidikan Sumedang yang adaptif dan berdaya saing. ***






