22.4 C
Indonesia
Senin, September 27, 2021
spot_img

BPSDM Bimtek Coorporate University 30 Pejabat Pimpinan Tinggi

BERITA BANDUNG BARAT, ruber.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat menggelar bimtek Manajemen Corporate University. Kegiatan ini ditujukan bagi 30 pejabat pimpinan tinggi pratama, Selasa (16/3/2021).

Peserta 10 orang dari Pemdaprov Jabar, dan 20 dari kabupaten/kota se Jawa Barat.

Sekda Jabar Buka BPSDM Bimtek Coorporate University

Sekda Jabar Setiawan membuka bimtek corporate university angkatan pertama 2021 di Masion Pine, Kota Baru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini.

Corporate university sendiri, merupakan konsep pengembangan SDM yang lahir sekitar 60 tahun lalu. Tapi baru dikenal di Indonesia di era 2000. Untuk lembaga pemerintah, Pemdaprov Jabar termasuk yang konsisten menerapkan.

Setiawan mengatakan, diklat tidak harus di dalam kelas. Tapi juga bisa dilakukan dengan pola variatif dan inovatif. Terutama, di era pandemi COVID-19.

BACA JUGA:  Perceraian ASN di Pangandaran Didominasi Guru dan Tenaga Kesehatan

Pengembangan kapasitas ASN melalui e-learning merupakan hal strategis dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

BACA JUGA:  Hilang di Sungai Citarum, Anak Gadis asal Karawang Ditemukan

Bimtek corporate university adalah peluang baik bagi pejabat tinggi pratama, yang memiliki kewenangan strategis.

“Ini peluang sangat besar. Yang mana, pembelajaran bisa dilakukan tidak hanya in-class. Tapi juga dalam bentuk berbagai variasi. Saya kira di Indonesia baru pertama ini, tak hanya di lingkungan provinsi. Tapi juga kabupaten/kota,” tambahnya.

Setiawan menjelaskan, konsep corporate university sejalan dengan visi misi. Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. Yaitu, menciptakan Jabar Juara Lahir Batin. Untuk mencapai itu, ada lima pilar yang mesti diperhatikan pejabat tinggi.

Pertama, bagaimana menciptakan masyarakat pancasilais dan bertakwa. Kedua, membentuk manusia berbudaya. Ketiga, pemerataan pembangunan. Keempat, daya saing ekonomi. Kelima, pemerintahan inovatif.

BACA JUGA:  Taati SE KPK, Bupati Ciamis Larang ASNĀ Gunakan Kendaraan Dinas Saat Mudik

“Pilar ini sangat erat sekali dengan bagaimana kualitas SDM. Inilah tugas BPSDM untuk membangun ASN. Yang menjadi akselerator luar biasa bagi pembangunan,” jelas Setiawan.

Setiawan menyatakan, dalam mengembangkan corporate university di Jabar, BPSDM perlu diasistensi pemerintah pusat. Seperti Lembaga Administrasi Negara dan Kemenpan RB.

BACA JUGA:  Terbagi 8 Kelompok, ASN Pemkab Pangandaran Didominasi Usia Jelang Pensiun

“Tentu saja corporate university bukan berati kita akan membentuk universitas baru. Tapi ini adalah suatu learning journey. Sebuah pembelajaran yang tiada henti dalam siklus dan berkesinambungan,” katanya.

Konsep ini dapat diaplikasikan dalam tiga rencana aksi utama. Pertama, strategi dan tata kelola. Ini terkait bagaimana keterlibatan manajemen yang vital. Diharapkan pejabat pimpinan tinggi menjadi role model dalam implementasi.

Kedua, kerja sama antarunit. Sehingga pengembangan kapasitas ASN tidak hanya diserahkan kepada unit di tempatnya bekerja. Tetapi juga unit lain.

BACA JUGA:  Pertamina dan Unpad Akan Bangun RS Jantung di Bandung

Ketiga, konsistensi. Ukurannya capaian kerja atau milestone yang bisa disusun dengan baik dalam capaian kerja yang realistis.

Setiawan menambahkan, di luar tiga poin itu, tak kalah penting kultur komitmen pegawai, yang perlu terus dipelihara. Sehingga, akan hadir para pegawai kaya inisiatif. Ini bisa ditingkatkan lewat pembelajaran kombinasi e-learning atau belajar langsung dari atasan lewat monitoring dan coaching.

Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi menyebutkan, tujuan bimtek corporate university bagi pejabat tinggi pratama. Yaitu untuk membangun organisasi sebagai kunci keberhasilan organisasi di provinsi dan kabupaten/kota. Yang akan bermuara pada Jabar Juara Lahir Batin.

BACA JUGA:  ODGJ Nekat Naik Bilboard di Kota Bandung

“Sasaran yang ingin dicapai adalah pemahaman yang sama tentang corporate university. Maka, pembelajaran dilakukan secara terpadu. Peningkatan kompetensi ASN harus berlangsung sistematis dan berkelanjutan,” kata Dicky. (R003)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles