17.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Bisnis Pakaian di Sumedang: Gamis Tak Ada Matinya

SUMEDANG, ruber — Model pakaian terus berkembang mengikuti zaman. Namun, tak disangka, ternyata pakaian berjenis gamis tidak pernah terlupakan meskipun banyak model dan jenis pakaian yang baru.

BACA JUGA: Tak Lekang Dimakan Zaman, Perabot Tradisional Ini Tetap Eksis di Sumedang

Penjual pakaian di pusat pertokoan Sumedang Anyeu Risdiani mengatakan, gamis merupakan pakaian muslim wanita dengan model menyatu antara atasan dan bawahannya.

Bentuknya lurus, panjang, dan longgar, menutupi seluruh badan mulai leher sampai ke mata kaki.

“Pakaian gamis selalu diminati di pasaran, dan disukai berbagai kalangan,” ucap Anyeu Risdiani, saat ruber menemuinya di outlet miliknya, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, meskipun banyak menjual jenis pakaian lainnya, namun yang paling laris adalah pakaian gamis. Terutama, ketika perayaan Idul Fitri dan hari-hari Islam lainnya.

Meski gamis selalu diminati, kata Anyeu, tidak dapat dipungkiri bahwa ada saja masyarakat yang komplainbterhadap barang jualannya.

“Solusi dari kami, penjual harus menambah stok model gamis agar masyarakat tidak bosan dan selalu bersemangat untuk membeli,” katanya.

Terkadang, kata Anyeu, para pemuda di masa kini kurang meminati model pakaian dalam bentukĀ gamis.

Mereka, lebih memilih pakaian yang menurut mereka lebih modis dari pada pakaian gamis.

“Nah, itulah, mengapa kita harus menambah juga berbagai model agar baju gamis tidak hanya diminati oleh kalangan orang tua saja,” ucapnya lagi.

Solusi itu, kata Anyeu, benar-benar ampuh. Di mana, baju gamis yang dijualnya selalu laris manis dan diminati berbagai kalangan.

Itu karena model gamis tersebut tidak hanya menampilkan model gamis standar namun juga menampilkan model yang sesuai dengan selera remaja.

“Kadang, anak-anak sekarang takut terlihat tua jika memakai gamis,” aku Anyeu.

Namun, kata Anyeu, tidak dapat dipungkiri bahwa model pakaian ini standar sekalipun akan tetap menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat.

Pakaian ini tidak akan mati meskipun banyak model pakaian baru yang hadir di pasaran.

“Karena gamis memang pakaian wanita muslimah, dan masyarakat Sumedang mayoritas muslimah. Jadi, Alhamdulilah, pakaiannya selaru laris,” tambah Anyeu.

Hal ini pula, lanjut Anyeu, yang membuat dirinya tidak beralih profesi lain.

“Gamis sudah menjadi sumber
rezeki saya. Sepertinya, saya tidak akan beralih ke profesi lain,” ucapnya. qin/mg

loading…


BACA JUGA:  Hujan Deras, Rumah Warga di Sindulang Cimanggung Diterjang Longsor

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles