21.4 C
Indonesia
Rabu, Juli 28, 2021
spot_img

Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen di Pangandaran Segera Dibentuk

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen atau BPSK di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat segera dibentuk.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pangandaran Tedi Garnida mengatakan, jika sudah ada BPSK maka sengketa yang terjadi antara konsumen dengan pengusaha akan dimediasi oleh BPSK.

Meski pandemi Covid-19 telah memperburuk keadaan perekonomian, pelaku usaha harus tetap memberikan pelayanan yang baik dan maksimal terhadap konsumen.

“Pak Bupati saat ini sedang mencari konsep supaya konsumen tetap nyaman. Dan tidak dirugikan namun aktivitas perekonomian juga berjalan cepat dan lancar,” kata Tedi, Kamis (24/6/2021).

BACA JUGA:  Hari Pertama Masuk Kerja Paskalibur Lebaran, 5 ASN di Pangandaran Izin Cuti dan Sakit

Tentunya, dalam memperbaiki perputaran ekonomi di Kabupaten Pangandaran harus mengutamakan perlindungan terhadap konsumen.

BACA JUGA:  Kesadaran Warga Masih Rendah, Pemkab Pangandaran Targetkan Rp3 Miliar dari Retribusi IMB

Sebelumnya, Pemkab telah melakukan pertemuan dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia atau BPKN RI.

Pertemuan antara BPKN RI dengan Bupati Pangandaran membahas beberapa persoalan terkait perlindungan konsumen.

Kondisi perekonomian saat pandemi Covid-19, kata Tedi, mengalami keterpurukan. Meski demikian upaya agar pertumbuhan ekonomi stabil harus terus dilakukan.

“Beberapa kemungkinan bisa saja terjadi saat tahapan perbaikan ekonomi melalui transaksi pasar dan layanan. Baik dari pihak pengusaha swasta maupun pihak BUMN dan BUMD,” ujarnya.

Tedi menyebutkan, untuk mengantisipasi dan mencegah agar konsumen tidak dirugikan perlu peran pemerintah. Di antaranya melakukan pengecekan ketersediaan barang, harga barang hingga kualitas barang.

BACA JUGA:  Gara-gara Grand Canyon, Pangandaran Diganjar Penghargaan

“Hasil pertemuan antara bupati dengan BPKN RI juga telah merancang adanya regulasi. Supaya antara konsumen dengan pengusaha, baik jasa atau layanan tidak terjadi saling merugikan,” sebutnya. (R001/smf)

BACA JUGA:  Hari Pertama Masuk Kerja Paskalibur Lebaran, 5 ASN di Pangandaran Izin Cuti dan Sakit

BACA JUGA: Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Segera Hadir di Pangandaran

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles