SPORTS, ruber.id – Perjalanan impresif Arsenal di Liga Champions (UCL) musim 2025/2026 ini, harus berakhir dengan kekecewaan mendalam.
Meski tidak terkalahkan dalam waktu normal 2×45 menit atau sepanjang kompetisi, Arsenal gagal mengangkat trofi setelah takluk dari juara bertahan, Paris Saint Germain (PSG), melalui drama adu penalti di partai final.
Dalam laga puncak yang berlangsung sengit, Arsenal bermain imbang 1-1 melawan PSG hingga babak tambahan waktu usai.
Namun, tim asuhan Mikel Arteta harus menyerah dengan skor 4-3, dalam adu penalti.
Arsenal yang malang gagal juara UCL 2025/2026
Kekalahan tersebut, terasa semakin menyakitkan karena Arsenal mencatatkan rekor luar biasa sepanjang turnamen.
Mereka tidak pernah kalah dalam 90 menit pertandingan, meraih 11 kemenangan dan empat hasil imbang sejak fase liga hingga final.
Beberapa hasil penting Arsenal antara lain kemenangan atas Athletic Bilbao, Atlético Madrid, Bayern Munich, hingga Inter Milan.
The Gunner, berhasil menyingkirkan lawan-lawan tangguh seperti Atlético Madrid dan Sporting CP di fase gugur.
Usai pertandingan, Arteta memberikan selamat kepada PSG dan pelatih mereka, Luis Enrique.
“Selamat kepada PSG dan Luis Enrique. Mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini,” ujar Arteta dikutip ruber.id dari akun X jurnalis Fabrizio Romano, Minggu (31/5/2026).
Pelatih asal Spanyol itu, mengaku bangga dengan perjuangan timnya. Meski, sulit menerima kenyataan gagal meraih gelar paling bergengsi di Eropa.
“Kami berhasil mencapai level tertinggi, tetapi kami kehilangan hadiah terbesar.”
“Kehilangan trofi lewat adu penalti adalah rasa sakit yang tidak bisa dihilangkan begitu saja,” katanya.
Arteta juga mengungkapkan, bek Arsenal, Gabriel Magalhães, secara sukarela meminta menjadi algojo penalti terakhir.
Namun, Gabriel menjadi pemain kelima yang gagal menjalankan tugasnya, bersama Eberechi Eze.
“Gabriel, ingin mengambil penalti terakhir. Kami sudah berlatih untuk momen seperti itu,” ungkap Arteta.
Arteta: Sakit!
Selain itu, Arteta menilai timnya seharusnya bisa mendapatkan hadiah penalti dalam pertandingan setelah insiden yang melibatkan Noni Madueke.
“Saya merasa kami bisa saja mendapatkan penalti pada situasi yang melibatkan Madueke,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah kekalahan tersebut, Arteta menjawab singkat namun penuh emosi.
“Apa yang saya rasakan sekarang? Sakit,” tutupnya.
Meski gagal menjadi juara, Arsenal tetap meninggalkan catatan membanggakan.
Arsenal, menjadi salah satu tim langka yang mampu menembus final Liga Champions tanpa mengalami kekalahan dalam waktu normal sepanjang kompetisi. Meski akhirnya, harus merelakan trofi jatuh ke tangan PSG. ***







